
Macron sebut Prancis akan pasok pesawat tempur Mirage ke Ukraina

Seorang pilot Yunani terlihat di samping jet tempur Mirage 2000-5 di pangkalan udara Tanagra di utara Athena, Yunani, pada 4 Februari 2021. (Xinhua/Lefteris Partsalis)
Pengiriman jet tempur Mirage ke Ukraina disebut Macron "bukanlah faktor eskalasi" dan berjanji bahwa "senjata-senjata itu tidak akan digunakan untuk mengebom warga sipil."
Paris, Prancis (Xinhua) – Prancis akan memasok pesawat tempur Mirage ke Ukraina dan melatih tentara mereka, demikian disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sesi wawancara dengan media Prancis pada Kamis (6/6) malam waktu setempat."Kami akan meluncurkan kerja sama baru dan mengirimkan Mirage 2000-5," tutur Macron. Pemimpin Prancis itu juga berjanji akan melatih seluruh batalion Ukraina yang terdiri dari 4.500 tentara, yang akan dikerahkan ke medan perang.Macron mengatakan bahwa pengiriman jet tempur Prancis tersebut "bukanlah faktor eskalasi" dan berjanji bahwa "senjata-senjata itu tidak akan digunakan untuk mengebom warga sipil." Selain itu, Macron juga tidak menutup kemungkinan perihal pengiriman instruktur militer ke Ukraina."Seharusnya tidak ada larangan mengenai hal ini," katanya dalam sesi wawancara tersebut.Mirage 2000 merupakan jet tempur generasi keempat multiperan bermesin tunggal yang diproduksi oleh Dassault Aviation.Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara di hadapan para pendukungnya dalam sebuah aksi unjuk rasa di Budapest, Hongaria, pada 1 Juni 2024. Orban pada Sabtu (1/6) menyoroti urgensi dari gencatan senjata dan perlunya negosiasi antara Rusia dan Ukraina guna mencegah meluasnya konflik bersenjata. (Xinhua/Attila Volgyi)Dalam pertemuan di Paris pada akhir Februari lalu, Macron menyarankan agar negara-negara Eropa mengirim pasukan ke Ukraina, tetapi banyak negara Eropa lainnya termasuk Jerman, Inggris, Spanyol, dan Italia yang mengungkapkan penolakan.Menyusul pernyataan Macron pada Februari, pihak Rusia memperingatkan bahwa konflik langsung antara NATO dan Rusia tidak akan bisa dihindari jika aliansi tersebut mengirim pasukan ke Ukraina.Sebelumnya pada Kamis, Marcon memimpin sebuah upacara yang diadakan di Pantai Omaha di Normandia, Prancis utara, untuk memperingati 80 tahun pendaratan Normandia atau D-Day.Menurut siaran langsung media Prancis BFMTV, sekitar 20 kepala negara dan pemerintahan, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, berpartisipasi dalam acara tersebut.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara di hadapan para pendukungnya dalam sebuah aksi unjuk rasa di Budapest, Hongaria, pada 1 Juni 2024. Orban pada Sabtu (1/6) menyoroti urgensi dari gencatan senjata dan perlunya negosiasi antara Rusia dan Ukraina guna mencegah meluasnya konflik bersenjata. (Xinhua/Attila Volgyi)
Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2022 ini menunjukkan asap membubung di langit Kiev, Ukraina. (Xinhua/Lu Jinbo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi buka penerbangan internasional akhir Maret 2021
Indonesia
•
28 Jan 2021

Pemerintah Taiwan yakinkan Festival Lentera aman dikunjungi
Indonesia
•
08 Feb 2020

Rusia kritik keras reaksi berlebihan AS terkait balon udara China
Indonesia
•
08 Feb 2023

AS dan Jerman akan kirim kendaraan tempur untuk Ukraina
Indonesia
•
06 Jan 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
