
Bayi panda raksasa kembar sapa pengunjung pertama di Kebun Binatang Berlin, Jerman

Foto yang diabadikan pada 24 September ini menunjukkan salah satu panda kembar raksasa berusia satu bulan di Kebun Binatang Berlin, Jerman. (Xinhua/Kebun Binatang Berlin)
Penghuni terbaru Kebun Binatang Berlin, yaitu sepasang panda betina yang lahir pada akhir Agustus lalu, dengan berat masing-masing hanya 150 gram saat lahir, telah tumbuh menjadi 2,5 kilogram pada usia 55 hari, 15 kali lipat dari berat saat mereka lahir.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Penghuni terbaru Kebun Binatang Berlin, yaitu sepasang panda betina yang lahir pada akhir Agustus lalu, melakukan debut mereka yang telah lama dinanti di hadapan awak media pada Selasa (15/10) dan akan menyapa publik mulai Rabu (16/10).Bayi-bayi panda yang baru lahir tersebut menghabiskan beberapa pekan pertama mereka di balik layar. Namun, mulai Rabu, para pengunjung akan berkesempatan untuk menyaksikan mereka tumbuh dan bereksplorasi.Andreas Knieriem, direktur Kebun Binatang Berlin dan Tierpark, mengatakan bahwa hanya bayi-bayi panda itu yang dapat disaksikan publik, sementara induk mereka, Meng Meng, akan tetap berada di balik layar. Kedua bayi panda tersebut akan ditempatkan di sebuah kandang kaca yang dirancang khusus dengan sistem penyaringan udara canggih untuk menjaga mereka tetap aman dari berbagai elemen eksternal.
Sejumlah poster panda raksasa terlihat di Kebun Binatang Berlin di Berlin, Jerman, pada 14 Desember 2023. (Xinhua/Ren Pengfei)
Panda raksasa 'Meng Meng' terlihat di Kebun Binatang Berlin di Berlin, ibu kota Jerman, pada 28 Mei 2020. (Xinhua/Binh Truong)
Para staf mengukur salah satu bayi panda kembar raksasa di Kebun Binatang Berlin di Berlin, ibu kota Jerman, pada 22 Agustus 2024. (Xinhua/Kebun Binatang Berlin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kopi Indonesia sejak lama dikenal masyarakat Taiwan
Indonesia
•
28 Jul 2020

Feature – Tren pesta pernikahan gaya baru di China: Sederhana dan bahagia
Indonesia
•
26 May 2024

Polisi Vietnam temukan 2.000 kucing mati untuk pengobatan tradisional
Indonesia
•
22 Feb 2023

Demensia jadi penyebab kematian tertinggi di Australia untuk kali pertama
Indonesia
•
16 Nov 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
