
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Air India bertambah jadi 274 orang

Orang-orang mengamati puing-puing pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India, pada 12 Juni 2025. (Xinhua/UNI)
Penerbangan Air India AI-171 dengan pesawat berjenis Boeing 787-8, yang terbang dari Kota Ahmedabad di India barat menuju London, jatuh tak lama setelah lepas landas. Kecelakaan tersebut menewaskan 241 orang dengan hanya satu orang yang berhasil selamat.
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Air India yang terjadi pada Kamis (12/6) di dekat bandar udara Ahmedabad di Gujarat bertambah menjadi 274 orang, dengan 33 korban tewas yang berada di darat telah dikonfirmasi, demikian dilansir surat kabar The Times of India pada Sabtu (14/6).Menurut laporan itu, jumlah korban yang terus bertambah hingga melampaui 241 penumpang dan awak pesawat yang dipastikan tewas dalam kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa 33 korban lainnya kemungkinan adalah orang-orang yang berada di kampus BJ Medical College Ahmedabad.The Hindustan Times pada Sabtu melaporkan bahwa pemerintah India telah membentuk komite tingkat tinggi untuk menyelidiki kecelakaan Air India, yang akan dipimpin oleh menteri dalam negeri dan akan melibatkan perwakilan-perwakilan dari pemerintah negara bagian dan pusat, yang pangkatnya tidak lebih rendah dari sekretaris gabungan. Komite tersebut akan merilis laporannya dalam waktu tiga bulan.Penerbangan Air India AI-171 dengan pesawat berjenis Boeing 787-8, yang terbang dari Kota Ahmedabad di India barat menuju London, jatuh pada Kamis tak lama setelah lepas landas. Kecelakaan tersebut menewaskan 241 orang dengan hanya satu orang yang berhasil selamat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Perpaduan nilai tradisional dan modern, penekanan pendidikan bentuk keuletan siswa China
Indonesia
•
29 May 2025

Wali kota Cairns apresiasi peran masyarakat Indonesia di Australia
Indonesia
•
28 Jul 2019

Eropa kirim tim penyelamat ke Turkiye dan Suriah yang diguncang gempa bumi
Indonesia
•
07 Feb 2023

Google akan hapus riwayat lokasi kunjungan ke klinik aborsi di AS
Indonesia
•
02 Jul 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
