
DJI sukses lakukan uji coba pengiriman ‘drone’ pertama di dunia di Gunung Qomolangma

Tangkapan layar yang diambil dari sebuah video ini menunjukkan 'drone' DJI dalam sebuah uji coba pengiriman di Gunung Qomolangma dari sisi Nepal pada 30 April 2024. (Xinhua)
Drone DJI FlyCart 30 mampu terbang setinggi 6.191,8 meter di Gunung Qomolangma yang terletak di perbatasan Nepal dan China dan dapat membawa muatan seberat 15 kilogram dengan stabil pada ketinggian 6.000 meter.
Kathmandu/Shenzhen, Nepal/China (Xinhua) – DJI berhasil merampungkan uji coba pengiriman drone pertama di Gunung Qomolangma dari sisi Nepal, membuka jalan untuk memfasilitasi pendakian gunung di ketinggian, penyelamatan darurat, dan operasi perlindungan lingkungan, seperti diumumkan produsen drone asal China tersebut pada Rabu (5/6).Sebuah drone DJI FlyCart 30 digunakan dalam uji coba pada April. Dalam uji coba itu, tiga botol oksigen dan 1,5 kilogram pasokan lainnya diterbangkan dari Base Camp (pada ketinggian 5.364 meter) ke Camp 1 (di ketinggian sekitar 6.000 meter) di puncak tertinggi di dunia tersebut, dan sampah diangkut turun dalam perjalanan pulang.Air Terjun Es Khumbu yang berbahaya terletak di antara Base Camp dan Camp 1, yang diselimuti oleh balok-balok es dan dianggap sangat berbahaya karena sering terjadi longsoran salju."Kami harus menghabiskan 6 sampai 8 jam setiap hari berjalan melewati air terjun es ini," kata Mingma Gyalje Sherpa, seorang pemandu pendakian dari Imagine Nepal Trek and Expeditions. "Tahun lalu, saya kehilangan tiga orang Sherpa. Jika kita tidak beruntung, dan jika waktunya tidak tepat, kita bisa kehilangan nyawa di sana."Drone DJI dapat membawa 15 kilogram pasokan antarkamp dalam 12 menit untuk perjalanan pulang-pergi, siang atau malam, menurut produsen drone itu.Dalam uji coba tersebut, FlyCart 30 terbang setinggi 6.191,8 meter di Gunung Qomolangma yang terletak di perbatasan Nepal dan China dan dapat membawa muatan seberat 15 kilogram dengan stabil pada ketinggian 6.000 meter."Kemampuan untuk mengangkut peralatan, persediaan, dan limbah dengan aman menggunakan drone berpotensi merevolusi logistik pendakian Gunung Qomolangma, memfasilitasi upaya pembersihan sampah, dan meningkatkan keamanan bagi semua pihak yang terlibat," ujar Christina Zhang, Direktur Strategi Korporat Senior DJI, yang berkantor pusat di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan.Setelah uji coba tersebut, sebuah perusahaan drone Nepal dikontrak untuk melakukan operasi pengiriman drone di Gunung Qomolangma mulai 22 Mei.Drone DJI digunakan untuk menurunkan sampah seperti tali dan tangga pada 29 Mei, dan "drone ini dapat mengangkut beban berbobot 30 kilogram," ujar Jagat Prasad Bhusal, Kepala Administrasi Kota Pedesaan Pasang Lhamu Khumbu, Nepal, tempat Gunung Qomolangma berada."Kami berencana menggunakannya di Gunung Ama Dablam" pada periode pendakian musim gugur, kata Bhusal tentang drone DJI.Gunung Ama Dablam setinggi 6.812 meter terletak di pegunungan Himalaya bagian timur di Nepal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Burung-burung langka terdampar di tengah gelombang dingin di China berhasil diselamatkan
Indonesia
•
08 Nov 2023

Makin banyak makan buah, risiko gejala depresi remaja makin turun
Indonesia
•
20 Oct 2026

China akan luncurkan taikonaut baru ke stasiun luar angkasa pada Oktober 2024
Indonesia
•
04 Oct 2024

China kembangkan ‘Artificial Intelligence’ sebagai jaksa dengan akurasi 97 persen
Indonesia
•
28 Dec 2021


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
