
Penelitian: AS terlibat dalam 400 perang sejak berdiri pada 1776

Foto yang diabadikan pada 18 September 2021 ini menunjukkan sebuah lokasi serangan drone Amerika Serikat di Kabul, ibu kota Afghanistan. (Xinhua/Saifurahman Safi)
AS "dengan sengaja" merencanakan perang, dan "mengalkulasikannya agar mungkin dapat memaksimalkan penjualan senjata".
Teheran, Iran (Xinhua) – Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa hingga 2019, Amerika Serikat (AS) telah terlibat dalam hampir 400 perang di seluruh dunia sejak negara tersebut berdiri pada 1776, lapor jaringan penyiaran Iran Press TV.Selama dua dekade terakhir, angkatan bersenjata AS telah menjatuhkan rata-rata 46 bom dan rudal dalam sehari ke teritori negara lain, sebut penelitian yang berjudul ‘Introducing the Military Intervention Project: A New Dataset on U.S. Military Intervention, 1776-2019’.Perang-perang "tak berkesudahan" itu, yang oleh Washington disamarkan sebagai "operasi militer, tindakan kepolisian, atau intervensi kemanusiaan", bertujuan untuk mendukung "apa yang tampaknya menjadi salah satu pilar utama AS, yakni, kompleks militer-industri," urai penelitian tersebut.AS "dengan sengaja" merencanakan perang, dan "mengalkulasikannya agar mungkin dapat memaksimalkan penjualan senjata," papar laporan itu mengutip perkataan Julius Mbaluto, seorang analis politik, yang mengisyaratkan kemungkinan kolusi antara pabrik senjata AS dan pembuat kebijakan luar negeri negara tersebut dalam mendorong perang.Amerika memburukDi balik sangarnya Amerika Serikat menjadi ‘jagoan dunia’, dengan mempromosikan dirinya sebagai “garda terdepan pembangunan global”, layanan kesehatan, kemiskinan, dan indikator lainnya di negara ini menunjukkan "kebijakan kontra pembangunan yang disengaja," menurut sebuah opini yang diterbitkan di saluran berita berbahasa Inggris Al-Jazeera baru-baru ini.AS memiliki sekitar "40 juta penduduk" yang hidup dalam kemiskinan di tengah "kontras antara kekayaan pribadi dan kemelaratan publik" yang parah, menurut opini yang diterbitkan pada 20 Agustus oleh Belen Fernandez tersebut.Disebutkan bahwa tingkat kematian bayi di AS lebih tinggi dibandingkan di Kuba, sebuah pulau yang perekonomiannya telah diembargo AS selama lebih dari 60 tahun.
Seorang pelanggan berbelanja di sebuah pasar swalayan di Millbrae, California, Amerika Serikat, pada 10 Agustus 2022. (Xinhua/Li Jianguo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemanasan global dorong peningkatan rekor kebakaran besar di Kutub Utara
Indonesia
•
07 Nov 2022

Manuskrip sutra China berumur 2.300 tahun berhasil dipulangkan
Indonesia
•
19 May 2025

Arab Saudi luncurkan rumah sakit virtual pertama
Indonesia
•
28 Feb 2022

Kenaikan kasus COVID-19 munculkan kekhawatiran pada awal tahun ajaran baru di AS
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
