Peneliti Siberia teliti virus paleo dari sisa hewan purba

Peneliti Siberia teliti virus paleo dari sisa hewan purba
Ilustrasi. Para ilmuwan dari Pusat Penelitian Virologi Vector, Rusia telah meneliti sisa-sisa hewan Siberia purba untuk mencari virus primordial. (April Pethybridge on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Para ilmuwan dari Pusat Penelitian Virologi Vector, Rusia telah meneliti sisa-sisa hewan Siberia purba untuk mencari virus primordial (paling awal), menurut surat kabar Siberia Times pada Selasa (16/2).

Lebih dari 50 sampel diambil dari jaringan lunak bangkai kuda berusia 4.450 tahun di Museum Mammoth di Yakutsk.

Peneliti dari Vector dan Universitas Federal Timur Laut Yakutia akan mengumpulkan sampel dari mammoth berbulu berusia 43.500 tahun, rusa, anjing, dan hewan lain yang digali di hutan belantara Siberia yang beku.

Sampel-sampel tersebut kemudian dikirim ke kantor pusat Vector di Novosibirsk dimana para ilmuwan akan memeriksa sisa-sisa virus, sebut media tersebut.

“Tim Pusat Virologi Vector sangat ingin menemukan virus purba yang akan memungkinkan untuk memulai pengembangan paleo-virologi di Rusia dan melakukan penelitian terkemuka tentang evolusi virus,” kata Olesya Okhlopkova, seorang peneliti Vector.

Dia mengatakan bahwa sejauh ini hanya ada penelitian terbatas tentang bakteri purba pada jaringan lunak hewan yang diawetkan.

Setelah sisa-sisa hewan purba ditemukan, para ilmuwan biasanya melakukan uji bakteriologis. Pemeriksaan virus, yang jauh lebih kecil dari bakteri, sejauh ini tidak pernah dilakukan.

Setelah berada di laboratorium Vector, informasi genetik dari sampel akan diisolasi, yang memungkinkan peneliti untuk melihat komposisinya.

Jika jejak virus purba ditemukan, peneliti akan dapat menentukan potensi epidemiologi dari agen infeksi yang ada saat ini, jelas Olesya.

Vector adalah pusat terkemuka dunia untuk bioteknologi, virologi dan epidemiologi.

Pusat penelitian tersebut memiliki salah satu sampel cacar terakhir di dunia, dan telah mengembangkan vaksin virus corona kedua Rusia, EpiVacCorona.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here