Peneliti Rusia kembangkan implan tulang belakang yang fleksibel dari titanium

Ilustrasi. (Kenny Eliason di Unsplash)
Material nikel-titanium, atau nitinol, dapat kembali ke bentuk asli dan menyerap beban mekanis secara lebih baik, sehingga membuat tulang belakang dapat mempertahankan tingkat gerakan yang alami.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Institut Penerbangan Moskow (Moscow Aviation Institute/MAI) berhasil mengembangkan implan tulang belakang fleksibel yang telah disempurnakan dengan bahan dasar paduan titanium, yang dapat membantu mempertahankan mobilitas tulang belakang alami pascaoperasi, demikian menurut pernyataan layanan pers institut tersebut pada Kamis (19/2).
Tim peneliti MAI berfokus pada pengembangan implan generasi berikutnya yang menggunakan paduan nikel-titanium, atau nitinol, yang dikenal dengan efek memorinya terhadap bentuk serta tingkat elastisitasnya yang tinggi.
Material tersebut dapat kembali ke bentuk asli dan menyerap beban mekanis secara lebih baik, sehingga membuat tulang belakang dapat mempertahankan tingkat gerakan yang alami.
"Mempertahankan mobilitas tulang belakang akan meningkatkan tekanan pada komponen-komponen struktural, terutama batang implan, sehingga dapat menimbulkan retakan akibat gerakan mikroskopis pada titik pemasangan sekrup. Selain itu, implan beroperasi dalam lingkungan fisiologis, yang dapat menyebabkan kerusakan korosi-mekanis dan pelepasan ion logam ke jaringan sekitarnya. Penelitian kami bertujuan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut," kata Elena Lukina, seorang lektor kepala di MAI.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Janji dunia jaga suhu bumi 1,5 derajat Celsius pupus
Indonesia
•
14 Nov 2021

Satelit telekomunikasi propulsi listrik penuh pertama China mulai beroperasi
Indonesia
•
16 Jul 2024

Astronaut China lakukan pelatihan dan eksperimen penting di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
14 Jan 2026

'Bahan Kimia Abadi’ berbahaya ditemukan dalam air minum di Jerman
Indonesia
•
06 Nov 2025
Berita Terbaru

NASA tetapkan uji terbang berawak Starliner milik Boeing sebagai kecelakaan level tertinggi
Indonesia
•
21 Feb 2026

Indeks massa tubuh kanak-kanak berkaitan dengan risiko diabetes dan jantung saat dewasa
Indonesia
•
21 Feb 2026

Feature – Astronaut China panen tomat di tengah misi luar angkasa
Indonesia
•
19 Feb 2026

Wahana antariksa Dragon Crew-12 SpaceX sukses ‘docking’ dengan stasiun luar angkasa
Indonesia
•
15 Feb 2026
