
Peneliti China temukan target terapi untuk kanker payudara tripel negatif

Seorang partisipan mengenakan simbol kesadaran kanker payudara dalam inisiatif "Bus Kesadaran" untuk mendukung tes deteksi dini kanker payudara di Gaza City pada 9 Oktober 2022. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kanker payudara tripel negatif memiliki risiko kekambuhan dan metastasis yang jauh lebih tinggi dibandingkan subtipe lainnya, namun, pengobatannya telah lama tidak mencukupi karena tidak adanya target terapi yang efektif.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China berhasil menemukan target terapi baru untuk kanker payudara tripel negatif (triple-negative breast cancer), yang dapat berkontribusi pada penemuan solusi baru untuk mengobati penyakit agresif tersebut dengan cara yang tepat.Target yang baru ditemukan itu merupakan sejenis transkrip spesifik tumor (tumor-specific transcript/TST), ungkap temuan yang diterbitkan pada pekan ini dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS). TST berasal dari penyambungan RNA abnormal pada sel tumor dan juga merupakan faktor yang menyebabkan perkembangan sel kanker.Sebagai subtipe dari kanker payudara, kanker payudara tripel negatif memiliki risiko kekambuhan dan metastasis yang jauh lebih tinggi dibandingkan subtipe lainnya. Namun, pengobatannya telah lama tidak mencukupi karena tidak adanya target terapi yang efektif.Para peneliti dari Pusat Kanker Shanghai di Universitas Fudan mendeteksi TST dalam jumlah besar di dalam sel kanker payudara tipe ini, dengan reseptor makrofag yang memiliki struktur TST kolagen (macrophage receptor with collagenous structure-TST/MACRO-TST) menjadi tipe yang paling sering diekspresikan.Mereka menemukan ekspresi MACRO-TST berkaitan dengan hasil yang buruk pada pasien dengan subtipe kanker payudara ini, dan menjadi faktor kunci yang mendorong perkembangan tumor, urai Shao Zhimin, salah satu pemimpin penelitian tersebut.Studi lebih lanjut mengonfirmasikan bahwa ekspresi target terapi yang baru teridentifikasi ini dapat dihambat oleh inhibitor BET, yang diharapkan menjadi solusi untuk pengobatan tumor yang tepat, tambahnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Ahli: Pandemik dapat berakhir dalam setahun dengan skenario pesimistis
Indonesia
•
04 Apr 2021

COVID-19 – Penelitian: Vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron
Indonesia
•
18 Jan 2022

Selesaikan misi lima bulan, astronaut Crew-10 NASA kembali ke Bumi
Indonesia
•
10 Aug 2025

Studi sebut panel surya pada dinding bangunan bisa pasok listrik kota dan pangkas emisi
Indonesia
•
28 Mar 2026


Berita Terbaru

Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun
Indonesia
•
09 Jul 2026

Singapura ciptakan AI medis generasi baru, atasi tekanan akibat penuaan populasi dan penyakit kronis
Indonesia
•
09 Jul 2026

Feature – Tanpa AC raksasa, teknologi kabut air di China mampu turunkan suhu lingkungan
Indonesia
•
09 Jul 2026

Studi: Kehamilan picu sel imun yang dapat lindungi tubuh dari kanker payudara
Indonesia
•
07 Jul 2026
