
Makin banyak makan gula, daya ingat makin menurun

Ilustrasi. (Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan kognitif jangka panjang.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Memperbaiki kualitas asupan makan dapat meningkatkan daya ingat, tetapi konsumsi gula yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan kognitif jangka panjang, ungkap sebuah studi Australia.
Studi yang dipimpin oleh peneliti di Universitas Teknologi Sydney (University of Technology Sydney/UTS) Australia ini meneliti bagaimana perubahan dalam asupan makan kita memengaruhi daya ingat dan fungsi otak, sebut pernyataan UTS yang dirilis pada Senin (18/5).
Temuan ini, yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Nutritional Neuroscience, menganalisis 27 studi praklinis untuk mempelajari apakah fungsi daya ingat dapat pulih setelah beralih dari asupan makan yang tidak sehat ke asupan makan yang lebih sehat.
"Hasil studi kami menunjukkan bahwa perbaikan kualitas asupan memang bermanfaat bagi daya ingat. Tetapi perbaikan tersebut tidak lengkap. Bahkan setelah beberapa pekan menjalani pola makan sehat, daya ingat tidak kembali ke level yang terlihat pada hewan yang tidak pernah mengonsumsi makanan tidak sehat," kata Simone Rehn, penulis utama dalam studi ini yang berasal dari UTS.
Para peneliti menemukan bahwa hewan pengerat yang beralih ke asupan sehat menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas daya ingat daripada hewan pengerat yang terus mengonsumsi makanan tinggi lemak atau tinggi gula.
Namun demikian, pemulihan daya ingat bergantung pada komposisi makanan. Pemulihan terlihat dalam eksperimen yang menggunakan asupan tinggi lemak, tetapi tidak terlihat dalam eksperimen yang menggunakan asupan tinggi gula atau gabungan asupan tinggi lemak dan tinggi gula, papar para peneliti.
"Hal ini menunjukkan bahwa gula mungkin merupakan faktor kunci dalam membatasi pemulihan daya ingat," ujar Rehn. Dia menambahkan bahwa tugas-tugas daya ingat yang dianalisis mencerminkan fungsi hippocampus, area otak yang esensial untuk pembelajaran dan memori, serta fungsi yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan asupan makanan.
Studi ini tidak menemukan perbaikan yang konsisten pada kecemasan, tingkat aktivitas, atau motivasi terhadap makanan, sehingga menunjukkan bahwa efeknya spesifik untuk daya ingat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China kembangkan terobosan teknologi ‘tato es’ untuk organisme hidup
Indonesia
•
19 May 2025

Ilmuwan China identifikasi target kunci untuk pengobatan adenomiosis yang dialami banyak wanita
Indonesia
•
23 Aug 2025

Tim ilmuwan China identifikasi mekanisme tahan dingin pada buah kiwi
Indonesia
•
05 Mar 2023

Ilmuwan susun basis data genom untuk tanaman yang ‘mengering tanpa menjadi mati’
Indonesia
•
26 Dec 2023


Berita Terbaru

FMIPA UI temukan spesies baru bakteri tahan panas
Indonesia
•
20 May 2026

Ilmuwan ungkap jaringan komunikasi sel tersembunyi dengan teknik nanoskopi baru
Indonesia
•
18 May 2026

13 spesies kuda laut dunia ada di Indonesia, terancam perdagangan ilegal dan kerusakan habitat
Indonesia
•
19 May 2026

China capai terobosan baru dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya antariksa
Indonesia
•
19 May 2026
