
Sekjen PBB tolak "segala bentuk pembersihan etnis" di Gaza

Anak-anak Palestina terlihat di samping sebuah tenda yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara di stadion Al-Yarmouk di Gaza City pada 5 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Penegakan hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut adalah tentang hak rakyat Palestina untuk hidup sebagai manusia di tanah mereka sendiri.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sangat penting untuk tetap berpegang teguh pada landasan hukum internasional dan "menghindari segala bentuk pembersihan etnis" di Gaza, demikian Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan pada Rabu (5/2).Pada hakikatnya, penegakan hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut adalah tentang hak rakyat Palestina untuk hidup sebagai manusia di tanah mereka sendiri, kata Guterres dalam sebuah pertemuan komite PBB."Kita telah menyaksikan bahwa realisasi hak-hak tersebut makin jauh dari jangkauan. Kita telah menyaksikan dehumanisasi dan demonisasi yang mengerikan dan sistematis terhadap seluruh rakyat," ujar Guterres dalam sambutannya pada rapat komite 2025 tentang penegakan hak-hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut."Dalam mencari solusi, kita tidak boleh memperburuk masalah," Guterres memperingatkan. "Sangat penting untuk tetap berpegang teguh pada landasan hukum internasional. Sangat penting untuk menghindari segala bentuk pembersihan etnis."Pidato Guterres itu disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan agar warga Palestina direlokasi ke tempat lain, dan AS akan mengambil alih serta mendapatkan "posisi kepemilikan jangka panjang" di daerah kantong yang hancur akibat perang tersebut. Namun, Guterres tidak menyebutkan Trump ataupun rencana Trump itu dalam pidatonya.
Foto menunjukkan kerusakan pascaserangan udara Israel di Tammoun yang terletak di Tubas, Tepi Barat, pada 30 Januari 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

New Jersey akan gelar laga final Piala Dunia 2026
Indonesia
•
07 Feb 2024

Laporan sebut senjata api sebab utama cedera di kalangan anak-anak dan remaja AS
Indonesia
•
15 Dec 2023

Kematian di penjara AS naik 50 persen selama tahun pertama COVID-19
Indonesia
•
20 Feb 2023

Survei: “Tripledemic” jangkiti hampir 40 persen rumah tangga di AS
Indonesia
•
11 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
