
Gangguan mental Gen Z pasca-COVID di AS naik jadi 42 persen

Sejumlah personel polisi antihuru-hara menangkap sekelompok kecil pengunjuk rasa di memorial George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat, pada 30 Mei 2020. (Xinhua/Angus Alexander)
Gangguan mental pasca-COVID pada generasi Z di Amerika Serikat tercatat melonjak, dengan 57 persen mengatakan mereka sedang menjalani pengobatan untuk kondisi mereka yang terdiagnosis, seperti kecemasan dan depresi.
Jakarta (Indonesia Window) – Penelitian baru tentang kesehatan mental telah menemukan bahwa 42 persen orang dewasa muda Gen Z di Amerika Serikat (AS) saat ini memiliki gangguan mental pasca-COVID, dengan kecemasan dan depresi menjadi diagnosis yang paling umum.Satu dari empat orang yang disurvei tersebut didiagnosis selama pandemik COVID-19, menurut survei tersebut.Menurut analisis oleh perusahaan manajemen data Harmony Healthcare IT yang berbasis di AS, puluhan juta orang dewasa muda Gen Z telah mulai berurusan dengan kondisi kesehatan mental pada bulan-bulan awal pandemik pada tahun 2020, dengan banyak yang mengakui bahwa krisis kesehatan global telah berdampak negatif pada mereka.Ahli statistik dan sosiolog mengidentifikasi Gen Z sebagai demografis terbesar ketiga di AS, di belakang generasi millennial dan baby boomer. Menurut Gallup dan Ipsos, Gen Z dimulai pada tahun 1997, artinya kelompok usia generasi ini saat ini berkisar antara 10 hingga 25 tahun pada tahun 2022.Survei menemukan bahwa 57 persen mengatakan mereka sedang menjalani pengobatan untuk kondisi mereka, dengan rata-rata pengeluaran 44 dolar AS (sekira 687.255 rupiah) per bulan hanya untuk pengobatan.Persentase yang mengejutkan dari orang dewasa muda saat ini didiagnosis dengan kecemasan (90 persen), depresi (78 persen), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan mental yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif (27 persen), atau Post-Traumatic Stress Disorder (27 persen).Sekitar 31 persen Gen Z akan menilai kesehatan mental mereka secara keseluruhan pada tahun 2022 sebagai buruk, survei tersebut menemukan. Ketika diminta untuk menggambarkan kesehatan mental mereka selama periode satu bulan, satu dari empat Gen Z melaporkan mengalami lebih banyak hari buruk daripada hari baik. Rata-rata, Gen Z melaporkan sekitar sepuluh hari kesehatan mental yang sulit dalam rentang satu bulan.Lebih dari dua dari lima memiliki kondisi kesehatan mental yang didiagnosis. Sekitar 26 persen dari mereka didiagnosis selama pandemik.Jajak pendapat terbaru ini menggambarkan Gen Z sebagai orang yang sangat sinis terhadap dunia pasca-COVID dan peran apa yang mungkin mereka mainkan di dalamnya suatu hari nanti.Sebanyak 83 persen mengatakan mereka percaya generasi mereka bergulat dengan lebih banyak masalah kesehatan mental daripada generasi lain, tetapi mungkin karena itu, mereka merasa lebih siap untuk mendiskusikan kesehatan mental secara terbuka.Sementara itu, 85 persen responden survei mengatakan mereka khawatir tentang masa depan secara umum, dengan sebagian besar mengutip keuangan pribadi mereka, lingkungan, ekonomi, dan lanskap politik AS yang semakin terpolarisasi.Hampir 90 persen responden Gen Z percaya bahwa generasi mereka belum siap untuk sukses dan 75 persen mengatakan mereka merasa dirugikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya seperti baby boomer atau Gen X, yang setidaknya berusia 42 tahun pada 2022.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Populasi Singapura tumbuh sekitar 1,1 persen selama satu dekade terakhir
Indonesia
•
17 Jun 2021

Populasi Australia mengecil dan menua pascapandemi COVID-19
Indonesia
•
05 Jan 2023

Kepala Kemanusiaan PBB akan kunjungi Turkiye dan Suriah yang dilanda gempa
Indonesia
•
10 Feb 2023

Hong Kong akan tarik lebih banyak mahasiswa dari luar negeri
Indonesia
•
16 Oct 2024


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
