
Penduduk Okinawa keluhkan penanganan pemerintah Jepang soal keberadaan militer AS

Penduduk lokal Okinwa menggelar aksi unjuk rasa di taman peringatan, termasuk aksi mogok makan, yang menentang penggunaan tanah dari bagian selatan prefektur tersebut oleh pemerintah dalam proyek reklamasi lahan untuk pembangunan pangkalan militer AS yang baru di Henoko. (Xinhua)
Penduduk lokal Okinawa di Jepang telah menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap penanganan pemerintah dalam isu-isu yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat, meski PM Shigeru Ishiba telah berjanji akan mengurangi beban yang ditimbulkan oleh tingginya konsentrasi pangkalan militer AS.
Itoman, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Penduduk lokal Okinawa di Jepang telah menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap penanganan pemerintah dalam isu-isu yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat (AS), meski Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba telah berjanji akan mengurangi beban yang ditimbulkan oleh tingginya konsentrasi pangkalan militer AS.Dalam sebuah upacara yang diselenggarakan pada Senin (23/6) untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Pertempuran Okinawa, PM Ishiba menyampaikan komitmennya untuk mengurangi beban yang ditanggung oleh penduduk Okinawa akibat tingginya konsentrasi pangkalan militer AS.Gubernur Okinawa Denny Tamaki dalam pidatonya pada upacara tersebut, menyoroti tekanan yang terus dirasakan akibat keberadaan pangkalan militer AS yang tidak proporsional, banyaknya insiden dan kecelakaan yang melibatkan personel militer AS, isu-isu lingkungan, serta kontroversi seputar pembangunan pangkalan baru di Henoko.Pada malam sebelum upacara, beberapa penduduk menggelar aksi unjuk rasa di taman peringatan, termasuk aksi mogok makan, yang menentang penggunaan tanah dari bagian selatan Okinawa oleh pemerintah dalam proyek reklamasi lahan untuk pembangunan pangkalan militer AS yang baru di Henoko."Selama 80 tahun, militer AS telah ditempatkan di sini dan menimbulkan penderitaan besar bagi kami. Saya tidak ingin generasi mendatang mewarisi situasi ini. Setidaknya di generasi kami, kita perlu mengakhiri keberadaan militer AS dari Okinawa," ujar seorang warga Okinawa, Takamatsu Gushiken.Okinawa menampung sekitar 70 persen dari total luas area yang ditempati oleh pangkalan militer AS di Jepang. Menurut pemerintah Prefektur Okinawa, dari tahun 1972 hingga 2023, tercatat ada sekitar 6.200 kasus kriminal yang melibatkan personel militer AS dan anggota keluarga mereka, termasuk kejahatan serius seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan.Pertempuran Okinawa berlangsung hampir tiga bulan pada 1945, merenggut nyawa sekitar seperempat dari jumlah penduduk prefektur tersebut pada saat itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Taiwan akan terbitkan sertifikat vaksin digital setara Uni Eropa
Indonesia
•
24 Dec 2021

Para Penasihat Keamanan Nasional akhiri pertemuan di Jeddah soal konflik Ukraina
Indonesia
•
07 Aug 2023

Swedia naikkan tingkat ancaman teroris ke level ‘high’
Indonesia
•
18 Aug 2023

Rusia pangkas pasokan gas ke Eropa, pukul harapan setelah kesepakatan gandum Ukraina
Indonesia
•
26 Jul 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
