
Hamas sebut akan serahkan senjata "jika pendudukan berakhir"

Warga Palestina berjalan melintasi puing-puing bangunan yang hancur usai kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Khalil al-Hayya, mengatakan bahwa kelompok tersebut akan menyerahkan senjatanya jika pendudukan Israel berakhir.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Khalil al-Hayya, pada Sabtu (6/12) mengatakan bahwa kelompok tersebut akan menyerahkan senjatanya "jika pendudukan (Israel) berakhir.""Senjata kami berkaitan dengan keberadaan pendudukan dan agresi, dan jika pendudukan berakhir, senjata ini akan diserahkan kepada negara," katanya dalam sesi wawancara dengan Al Jazeera."(Persoalan) senjata masih dalam pembahasan dengan faksi-faksi dan para mediator, dan kesepakatan masih berada pada tahap awal," imbuhnya.Dalam wawancara tersebut, al-Hayya juga menyebutkan bahwa "area-area baru akan dimasuki pada Ahad (7/12) untuk mencari beberapa jasad para tawanan pihak pendudukan (Israel)."Mengenai situasi kemanusiaan di Gaza selama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, al-Hayya mengatakan bahwa Israel "menghalangi masuknya beberapa material ke Gaza seolah-olah kita masih berada di tengah perang.""Kami tidak puas dengan jumlah bantuan yang masuk ke Jalur Gaza dan menyerukan kepada para mediator untuk melakukan intervensi," ujarnya.Hamas sebelumnya menolak pelucutan senjata, menganggapnya sebagai batas yang tidak boleh dilanggar, sementara Israel bersikeras bahwa pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya di Gaza merupakan syarat utama dalam fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi denda 300 bisnis karena langgar protokol kesehatan
Indonesia
•
11 Jan 2021

Pejabat senior Jepang digulingkan karena skandal etika
Indonesia
•
09 Mar 2021

Presiden Mesir dan Menlu AS sepakat intensifkan upaya untuk capai gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
11 Jun 2024

Rusia hentikan pasokan gas ke Polandia, perdalam keretakan dengan Barat
Indonesia
•
27 Apr 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
