Fokus Berita – UE bersiap untuk pemilu krusial di tengah meningkatnya tantangan

Foto yang diabadikan pada 15 November 2023 ini menunjukkan gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Pemilu legislatif Parlemen Eropa akan menentukan kebijakan blok tersebut di masa depan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan sejumlah masalah ekonomi internal.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Pemilihan umum (pemilu) legislatif Parlemen Eropa (European Parliament/EP), yang dijadwalkan digelar pada Kamis (6/6) hingga Ahad (9/6), akan menjadi momen penting bagi Uni Eropa (UE) karena pemilu ini akan menentukan kebijakan blok tersebut di masa depan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan sejumlah masalah ekonomi internal.Dalam pemilu EP pertama pasca-Brexit tersebut, para pemilih dari 27 negara anggota akan memilih 720 anggota untuk EP periode ke-10, yang merupakan satu-satunya institusi yang dipilih secara langsung di UE.Sebagai badan legislatif utama, EP memiliki tanggung jawab yang signifikan. Tanggung jawab tersebut termasuk wewenang untuk menyetujui atau menolak penunjukan presiden Komisi Eropa (European Commission/EC) dan para komisaris, menyetujui rencana anggaran, serta memberikan suara untuk perjanjian internasional dan perluasan blok tersebut.Kebangkitan Sayap KananParlemen tersebut dipimpin oleh mayoritas partai-partai sentris yang kuat dalam ‘koalisi super besar’ yang berkuasa, yang terdiri dari Partai Rakyat Eropa (European People's Party/EPP), Aliansi Progresif dari Sosialis dan Demokrat (Progressive Alliance of Socialists and Democrats/S&D), dan Renew Europe (RE).Namun, proyeksi jajak pendapat dari berbagai sumber, termasuk Europe Elects, mengindikasikan peningkatan sentimen populis sayap kanan di seluruh Eropa. Partai Konservatif dan Reformis Eropa (European Conservatives and Reformists/ECR) serta partai sayap kanan Identitas dan Demokrasi (Identity and Democracy Group) diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Orang-orang berbelanja di sebuah toko swalayan di Berlin, ibu kota Jerman, pada 3 April 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)
Orang-orang bersantai di Villa Borghese di Roma, Italia, pada 30 Januari 2024. (Xinhua/Li Jing)
Orang-orang menyaksikan pertunjukan cahaya di Taman Cinquantenaire di Brussel, Belgia, pada 18 Februari 2024. (Xinhua/Meng Dingbo)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

CDC AS: Jumlah kasus terkait wabah E. coli McDonald's bertambah jadi 75
Indonesia
•
26 Oct 2024

INTERPOL mudah bekerja dengan kehadiran Taiwan
Indonesia
•
17 Oct 2019

Rusia: KTT untuk Demokrasi yang digelar AS picu perpecahan ideologi
Indonesia
•
30 Mar 2023

PM Lebanon desak pemimpin Palestina akhiri bentrokan bersenjata di kamp pengungsi
Indonesia
•
06 Aug 2023
Berita Terbaru

Rusia terima Ukraina yang netral dan bersahabat sebagai tetangga di masa depan
Indonesia
•
06 Feb 2026

Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer
Indonesia
•
07 Feb 2026

Perjanjian pengurangan senjata nuklir Rusia dan AS berakhir, perdamaian dunia terancam
Indonesia
•
06 Feb 2026

Rudal Khorramshahr-4 siap luncur di situs bawah tanah Iran jelang pembicaraan dengan AS
Indonesia
•
06 Feb 2026
