
Pembunuhan dan bunuh diri dengan senjata api di AS melonjak selama pandemik

Orang-orang berkumpul dalam unjuk rasa di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 Juni 2022, yang mengecam peningkatan kekerasan bersenjata sekaligus mendesak para politisi untuk mengambil tindakan. (Xinhua/Liu Jie)
Pembunuhan dengan senjata api di AS meningkat hampir 35 persen selama pandemik COVID-19, dengan jumlah kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) yang disebabkan oleh senjata api melonjak 37 persen pada 2020, 36 persen pada 2021, dan 20 persen pada 2022 dibandingkan angka pada 2019.
New York City, AS (Xinhua) – Angka pembunuhan dan bunuh diri menggunakan senjata api meningkat secara substansial selama pandemik COVID-19 di Amerika Serikat (AS), ungkap Health News pada Senin (3/4), mengutip laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.CDC AS menyampaikan bahwa selama pandemik COVID-19, tingkat pembunuhan menggunakan senjata api di AS meningkat hampir 35 persen. Dibandingkan dengan 2019, setahun sebelum pandemik COVID-19 merebak, jumlah kunjungan ke unit gawat darurat (UGD) yang disebabkan oleh senjata api melonjak 37 persen pada 2020, 36 persen pada 2021, dan 20 persen pada 2022.Dalam studi selama empat tahun itu, warga AS berusia 15 hingga 24 tahun mewakili jumlah tertinggi dalam kasus kunjungan ke UGD akibat senjata api. Anak-anak berusia nol hingga 14 tahun mengalami lonjakan tertinggi dari segala kelompok usia terkait kunjungan ke UGD yang disebabkan oleh aksi kekerasan dengan senjata api, menurut laporan tersebut."CDC menuturkan gangguan pengajaran tatap muka, akses perawatan kesehatan yang terbatas untuk layanan kesehatan mental, dan isolasi kemungkinan berkontribusi pada peningkatan aksi kekerasan dengan senjata api di kalangan pemuda AS," kata laporan itu.Dengan menghimpun data angka dari Program Pengawasan Sindromik Nasional (National Syndromic Surveillance Program) AS, CDC AS menganalisis jumlah kunjungan ke UGD dari Januari 2019 hingga Desember 2022. Tingkat pembunuhan dan bunuh diri menggunakan senjata api selama 2021 merupakan yang tertinggi sejak 1993 dan 1990, imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Media Islam berperan dalam perangi COVID-19
Indonesia
•
17 May 2020

Populasi Jepang catat penurunan terbesar jadi 123,05 juta jiwa pada 2025
Indonesia
•
29 May 2026

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Air India bertambah jadi 274 orang
Indonesia
•
16 Jun 2025

Feature – Menelusuri jejak panjang budaya dan tradisi komunitas Tionghoa di Kampung Kapitan Palembang
Indonesia
•
01 Jul 2025


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
