
Pembersihan ranjau di Selat Hormuz bisa berlangsung hingga 6 bulan

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Pembersihan ranjau di Selat Hormuz bisa berlangsung hingga enam bulan, karena operasi tersebut kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan hingga perang AS-Israel dengan Iran berakhir.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) pada pekan ini menyampaikan penilaian intelijen kepada para anggota parlemen AS bahwa kemungkinan diperlukan waktu hingga enam bulan untuk sepenuhnya membersihkan Selat Hormuz dari ranjau yang dipasang oleh militer Iran, lapor The Washington Post pada Rabu (22/4).
Lebih lanjut, operasi tersebut kemungkinan besar tidak dapat dilaksanakan hingga perang AS-Israel dengan Iran berakhir, demikian uraian pejabat pertahanan kepada para anggota Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Selasa (21/4), menurut laporan itu. Ini berarti harga bensin dan minyak berpotensi tetap tinggi hingga pemilihan umum (pemilu) sela AS.
Iran kemungkinan telah memasang 20 atau lebih ranjau di dalam dan di sekitar selat tersebut. Beberapa di antaranya diapungkan dari jarak jauh menggunakan teknologi GPS, yang menyulitkan pasukan AS untuk mendeteksi ranjau-ranjau itu saat dipasang, ungkap seorang pejabat pertahanan senior kepada anggota parlemen. Ranjau-ranjau lainnya diyakini dipasang oleh pasukan Iran menggunakan kapal kecil.
Pengungkapan informasi tersebut disampaikan dalam sebuah rapat tertutup bagi para anggota parlemen, sebagaimana diakui oleh Sean Parnell, juru bicara Pentagon, dalam sebuah pernyataan. Dia juga mengkritik laporan-laporan terkait sebagai laporan yang "tidak akurat."
"Seperti yang telah kami sampaikan pada Maret, satu penilaian saja tidak berarti penilaian itu masuk akal, dan penutupan Selat Hormuz selama enam bulan merupakan hal yang mustahil dan sama sekali tidak dapat diterima oleh Menteri (Perang AS)," tutur Parnell, tanpa memerinci berapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu yang sama mengatakan kepada Fox News bahwa tidak ada "kerangka waktu" untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden AS ringankan hukuman bagi 37 terpidana mati
Indonesia
•
26 Dec 2024

The Hill: Agenda Biden dalam pidato State of the Union akan dongkrak inflasi
Indonesia
•
14 Feb 2023

INTERPOL mudah bekerja dengan kehadiran Taiwan
Indonesia
•
17 Oct 2019

Meta harus bayar ganti rugi 10,16 triliun rupiah terkait dampak Facebook dan Instagram pada remaja
Indonesia
•
07 Aug 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
