Pembeli Indonesia serbu Canton Fair, bidik produk China yang inovatif dan hemat biaya

Foto yang diabadikan pada 3 November 2026 ini menunjukkan pemandangan lokasi penyelenggaraan Pameran Impor dan Ekspor China (China Import and Export Fair/CIEF) ke-140 di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Deng Hua)

Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pameran Impor dan Ekspor China (China Import and Export Fair/CIEF) ke-140, yang juga dikenal sebagai Canton Fair, ditutup pada Rabu (4/11) di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, setelah menarik para pembeli dari seluruh dunia yang ingin menjajaki produk-produk baru dan peluang bisnis.

Di tengah keramaian pengunjung, para pembeli asal Indonesia mencuri perhatian dengan antusiasme mereka terhadap produk-produk China yang hemat biaya serta harapan mereka akan fasilitasi perdagangan yang lebih besar di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pameran tersebut, tim pengadaan Kawan Lama Group asal Indonesia tampak sibuk bertemu para peserta pameran dari China dan menjajaki potensi kemitraan.

Sebagai salah satu pemasok industri terkemuka di Indonesia, grup tersebut, menurut situs resminya, beroperasi di lebih dari 80 kota dengan 18 pusat distribusi, serta memiliki jaringan lebih dari 1.200 gerai.

"Canton Fair telah memperpanjang penjajakan kemitraan dagang melampaui periode pameran dan membawa kerja sama dari aula ekshibisi ke lokasi produksi, sehingga memungkinkan hubungan bisnis yang berkesinambungan sepanjang tahun dan tanpa hambatan," ujar Kuncoro Wibowo, chairman Kawan Lama Group.

Kuncoro mengatakan hubungan perusahaan yang dipimpinnya dengan Canton Fair sudah terjalin sejak 1995. Selama lebih dari tiga dekade, tim pengadaannya telah berkembang dari hanya beberapa orang menjadi lebih dari 100 orang.

Perusahaan tersebut kini membeli lebih dari 3.000 kontainer barang dari China setiap bulan, mencakup lebih dari 200.000 jenis produk, imbuhnya.

Menurut data penyelenggara, hingga 3 November, Canton Fair edisi ke-140 telah dihadiri 352.000 pembeli mancanegara dari 219 negara dan kawasan, naik 12,2 persen dibandingkan edisi sebelumnya.

Bagi banyak pembeli asal Indonesia, Canton Fair bukan sekadar platform untuk melakukan pemesanan. Pameran ini juga menawarkan gambaran tentang peningkatan kualitas sektor manufaktur China.

Budi, seorang pembeli dari Indonesia, berjalan menyusuri aula-aula ekshibisi dengan membawa buku catatan berisi spesifikasi produk.

"Saya membawa tim pengadaan saya ke Canton Fair untuk menemukan produk-produk inovatif yang sepadan dengan harga yang dibayarkan," katanya.

"Perekonomian-perekonomian Asia-Pasifik secara geografis berdekatan dan memiliki kebutuhan pasar yang saling melengkapi. Kami berharap dapat menjajaki lebih banyak peluang kerja sama dua arah melalui perdagangan," tambahnya.

Selain mencari produk, Budi juga mengikuti dengan saksama pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan segera digelar, dengan harapan kemajuan dalam fasilitasi perdagangan akan membantu menekan lebih lanjut biaya perdagangan lintas perbatasan.

Di stan Guangdong Xingfa Aluminium Co., Ltd., seorang pembeli lain dari Indonesia, Fadhlan, berhenti untuk memeriksa penampang profil aluminium pemisah termal (thermal-break) sebelum menguji kelancaran jendela geser.

"Perusahaan-perusahaan China memiliki kemampuan inovasi yang mengesankan, dan produk serta teknologi mereka terus meningkat setiap tahun," kata Fadhlan.

Dia berharap pameran tersebut dapat membantu mengubah kemajuan di bidang material dan sistem jendela menjadi kerja sama dua arah yang lebih mendalam dengan perusahaan-perusahaan China.

Antusiasme terhadap produk-produk China itu juga telah menghasilkan pesanan nyata.

Di stan Wandisplay Technology, seorang pelanggan asal Indonesia mencoba aplikasi pemantauan kesehatan yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan tersebut. Setelah memastikan akurasi datanya memenuhi standar, dia langsung memesan 2.000 gelang pintar model terbaru di tempat.

"Dengan rantai industri dan rantai pasokan China yang sudah mapan serta kemampuan penelitian dan pengembangan yang efisien, kami dapat menawarkan produk yang lebih hemat biaya dan pasokan yang andal kepada pelanggan mancanegara," ujar Liu Yupei, direktur penjualan perusahaan tersebut.

Selama hampir tujuh dekade, Canton Fair telah menjadi saksi perkembangan pesat perdagangan luar negeri China sekaligus mendorong semakin eratnya hubungan komersial antara produsen China dan pelaku bisnis Indonesia. Bersama perusahaan-perusahaan China, para pelaku bisnis Indonesia kini membawa manfaat kerja sama tersebut kepada lebih banyak masyarakat.

Sejumlah pembeli Indonesia mengatakan mereka berharap pameran tersebut, bersama dengan upaya regional yang lebih luas untuk memfasilitasi perdagangan, dapat membantu menciptakan lingkungan bisnis yang lebih pasti dan membuka peluang baru untuk kerja sama.

Pertama kali digelar pada 1957, Canton Fair diadakan dua kali setahun di Guangzhou, yakni pada musim semi dan musim gugur. Pameran ini merupakan salah satu ajang perdagangan internasional komprehensif di China dengan sejarah terpanjang, skala terbesar, ragam produk terlengkap, dan jumlah pembeli terbanyak.

Edisi ke-140 berlangsung pada 15 Oktober hingga 4 November dalam tiga tahap, dengan menghadirkan lebih dari 30.000 peserta pameran. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait