Mayoritas warga Kanada tolak gunakan Dolar AS

Foto yang diabadikan pada 17 Maret 2020 ini menunjukkan uang kertas dolar AS di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Warga Kanada menolak gagasan pembentukan serikat ekonomi dengan Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya Kanada akan menggunakan dolar AS.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Tiga perempat warga Kanada menolak gagasan pembentukan serikat ekonomi dengan Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya Kanada akan menggunakan dolar AS, lapor media lokal pada Jumat (7/3).Menurut survei yang dilakukan oleh Nanos, konsep yang diusulkan tersebut akan serupa dengan Uni Eropa (UE), di mana terdapat perdagangan bebas dan pergerakan bebas orang-orang di dalam UE, tetapi setiap negara masih memiliki kendali atas perawatan kesehatan, pendidikan, dan perpajakan di dalam perbatasan mereka.
Label harga dengan tulisan 'Lokal' terlihat di sebuah pasar swalayan di Toronto, Ontario, Kanada, pada 4 Maret 2025. Pemerintah federal Kanada pada Selasa (4/3) mengumumkan paket tarif terperinci setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bersumpah bahwa Kanada tidak akan mundur dari perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Xinhua/Zou Zheng)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ratusan produsen mebel hingga energi baru asal China ikuti pameran di Jakarta
Indonesia
•
06 Jun 2024

Harga minyak jatuh setelah gencatan senjata konflik Timur Tengah
Indonesia
•
04 Apr 2022

Rupiah digital diharapkan tingkatkan efisiensi ekonomi Indonesia
Indonesia
•
19 Aug 2021

Wawancara – Direktur wakaf KPMI: Dengan seribu rupiah siapa pun bisa wakaf
Indonesia
•
12 Dec 2023
Berita Terbaru

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026
