
Kunjungan wisman ke Indonesia capai 1,43 juta pada September, pengeluaran tembus 24,96 juta per orang

Masyarakat menyaksikan seniman menampilkan tarian tradisional Janger untuk merayakan Hari Tari Internasional di Pantai Pererenan di Kabupaten Badung, Bali, Indonesia, pada 29 April 2025. (Xinhua/Dicky Bisinglasi)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,43 juta pada September 2026, dengan wisatawan pemegang paspor China menyumbang 10,76 persen dari total kunjungan. Demikian menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (2/11).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah kunjungan tersebut terdiri atas 1,28 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 144.806 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan, sehingga totalnya mencapai 1.427.114 kunjungan.
"Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,43 juta atau turun 10,79 persen secara bulanan, sedangkan secara tahunan meningkat 2,31 persen," kata Ateng.
Berdasarkan negara asal atau paspor yang digunakan, Ateng mengungkapkan bahwa wisatawan asal Malaysia mencatat kontribusi terbesar dengan 239.330 kunjungan atau 16,76 persen dari total kunjungan pada September 2026.
Selain Malaysia, wisatawan asal Australia dan China juga mendominasi dengan jumlah masing-masing mencapai 177.350 dan 153.570 kunjungan.
Secara bulanan, kunjungan wisatawan pemegang paspor Malaysia dan China mengalami penurunan. Dalam paparan yang disampaikan Ateng, jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia dan China masing-masing turun sebesar 19,24 persen dan 5,53 persen dibandingkan Agustus 2026. Sebaliknya, kunjungan wisatawan asal Australia meningkat 3,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, secara tahunan, kunjungan wisatawan asal China dan Australia tercatat meningkat, masing-masing sebesar 35,59 persen dan 8,46 persen.
Secara kumulatif, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 12,00 juta sepanjang Januari hingga September 2026.
Menurut Ateng, capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2020.
"Sebagai bahan pembanding, di Januari sampai dengan September tahun 2019 kunjungan Wisman mencapai 12,10 juta," ujarnya.
Berdasarkan pintu masuk, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Ateng mengatakan kunjungan melalui bandara tersebut terutama berasal dari wisatawan pemegang paspor Australia.
Selain mencatat peningkatan jumlah kunjungan, sektor pariwisata Indonesia juga menunjukkan perkembangan dari sisi pengeluaran wisman.
BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada kuartal ketiga tahun ini mencapai 1.374,48 dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 1.285 dolar AS maupun periode yang sama pada 2025 sebesar 1.297,31 dolar AS.
*1 dolar AS = 18.161 rupiah
Berdasarkan jenis pengeluaran, akomodasi menjadi komponen terbesar dengan nilai rata-rata 497,12 dolar AS per kunjungan.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman menempati posisi berikutnya sebesar 271,33 dolar AS, disusul belanja dan cendera mata sebesar 148,93 dolar AS per kunjungan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Mei di tengah krisis energi global
Indonesia
•
06 Apr 2026

Jerman hadapi risiko resesi saat krisis gas dari Rusia semakin dalam
Indonesia
•
22 Jun 2022

Iran sebut kurangi pengaruh dolar AS minimalkan dominasi Barat atas ekonomi global
Indonesia
•
11 Apr 2023

Intel laporkan kerugian bersih dan penurunan pendapatan pada Q1 2023
Indonesia
•
28 Apr 2023


Berita Terbaru

Anggaran beli mobil milenial dan Gen Z di Indonesia capai 493 juta rupiah, BYD dan Wuling makin dilirik
Indonesia
•
04 Nov 2026

Ekspor nonmigas RI ke China capai hampir 983 triliun rupiah hingga September 2026
Indonesia
•
02 Nov 2026

Didorong permintaan AI, industri manufaktur Singapura optimistis hingga Maret 2027
Indonesia
•
02 Nov 2026

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026
