
Hamas tuntut pembebasan sandera diiringi dengan penarikan pasukan Israel dari Gaza

Foto berikut ini menunjukkan tempat penampungan sementara di tepi pantai di kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 30 September 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pembebasan sandera Israel harus dikaitkan langsung dengan jadwal yang jelas untuk penarikan pasukan Israel secara penuh dari Gaza seiring negosiasi tidak langsung Hamas dengan Israel terus berlanjut di Mesir.
Gaza/Kairo, Palestina/Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang sumber senior Hamas pada Selasa (7/10) mengatakan pihaknya menuntut agar pembebasan sandera Israel harus "dikaitkan langsung dengan" jadwal yang jelas untuk penarikan pasukan Israel secara penuh dari Gaza seiring negosiasi tidak langsung kelompok tersebut dengan Israel terus berlanjut di Mesir.Dalam negosiasi di Kota Sharm El Sheikh di Laut Merah, delegasi Hamas menegaskan bahwa "pembebasan sandera terakhir harus dilakukan bersamaan dengan penarikan pasukan Israel terakhir dari wilayah Palestina," kata sumber anonim itu kepada Xinhua.Sementara itu, pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya, yang memimpin delegasi Hamas, pada Selasa mengatakan kepada saluran televisi Al Qahera News yang terafiliasi dengan pemerintah Mesir bahwa kelompoknya siap "dengan segala tanggung jawab" untuk menghentikan perang, dan delegasinya tiba di Mesir dengan tujuan langsung dan eksplisit untuk mencapai penghentian konflik secara cepat dan permanen serta pertukaran tahanan-sandera.Israel "terus melakukan pembunuhan dan penghancuran serta berulang kali mengingkari janjinya untuk menghentikan agresi," ujar al-Hayya, seraya mendesak "jaminan internasional untuk memastikan penyelesaian konflik yang final dan menyeluruh.Selasa menandai hari kedua perundingan tidak langsung antara delegasi Israel dan Hamas di Sharm El Sheikh.Seorang sumber anonim dari Mesir mengungkapkan kepada Xinhua bahwa perundingan pada Selasa berfokus pada isu-isu inti yang mencakup antara lain pertukaran tahanan-sandera, masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan peralihan tata kelola pemerintahan di daerah kantong tersebut.Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Direktur Organisasi Intelijen Nasional Turkiye Ibrahim Kalin akan bergabung dalam perundingan itu pada Rabu (8/10).Selasa juga menandai peringatan dua tahun perang Israel di Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur di Gaza, sekaligus menimbulkan krisis kemanusiaan yang dahsyat serta kelaparan di daerah kantong yang terkepung tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inggris akan tingkatkan belanja pertahanan jadi 2,5 persen dari PDB per 2027
Indonesia
•
26 Feb 2025

Serangan roket di Afghanistan tewaskan delapan warga sipil
Indonesia
•
21 Nov 2020

Cyril Ramaphosa resmi jadi presiden Afsel untuk masa jabatan kedua
Indonesia
•
22 Jun 2024

Putin sebut Rusia perbarui strategi di WTO di tengah sanksi Barat
Indonesia
•
21 Apr 2022


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
