
Penyintas Pembantaian Nanjing wafat, tersisa 32 orang yang masih hidup

Foto yang diabadikan pada 3 April 2024 ini menunjukkan upacara peringatan di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Li Bo)
Pembantaian Nanjing merujuk pada peristiwa saat pasukan Jepang merebut Nanjing pada 13 Desember 1937. Kala itu, Nanjing merupakan ibu kota China. Selama enam pekan, mereka menewaskan sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata China dalam peristiwa yang dianggap sebagai salah satu episode paling kejam dalam Perang Dunia II.
Nanjing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Zhou Zhilin, yang selamat dari Pembantaian Nanjing, wafat pada 20 Juli di usia 99 tahun, sehingga jumlah penyintas yang masih hidup dan terdaftar menjadi 32 orang, menurut pihak Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang (Memorial Hall of the Victims in Nanjing Massacre by Japanese Invaders) pada Senin (22/7).Pembantaian Nanjing merujuk pada peristiwa saat pasukan Jepang merebut Nanjing pada 13 Desember 1937. Kala itu, Nanjing merupakan ibu kota China. Selama enam pekan, mereka menewaskan sekitar 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata China dalam peristiwa yang dianggap sebagai salah satu episode paling kejam dalam Perang Dunia II.Zhou lahir pada Desember 1925. Ketika Pembantaian Nanjing terjadi, Zhou yang berusia 12 tahun dan pamannya bertemu dengan satu regu pasukan Jepang di sebuah desa di Qilin, Nanjing. Dalam kondisi putus asa, mereka berdua bersembunyi di rerumputan di tepi kolam, di mana pamannya secara tragis ditusuk bayonet hingga tewas oleh tentara Jepang. Zhou selamat dengan berpura-pura mati.Zhou ingat pernah mengalami tiga kali pengalaman nyaris mati seperti itu selama Pembantaian Nanjing.Pemerintah China telah menyimpan kesaksian para penyintas dalam bentuk transkrip tertulis dan video. Berbagai dokumen tentang pembantaian tersebut juga telah dicantumkan oleh UNESCO dalam Daftar Memori Dunia (Memory of the World Register) pada 2015.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

OCHA berencana galang dana 33 miliar dolar AS untuk bantu 135 juta orang pada 2026
Indonesia
•
09 Dec 2025

Apotek di AS batasi penjualan obat anak di tengah ‘tripledemic’
Indonesia
•
21 Dec 2022

Kotak hitam pesawat Nepal ditemukan, korban tewas bertambah jadi 69 orang
Indonesia
•
17 Jan 2023

LSM lingkungan ajak siswa ‘perang’ lawan plastik
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengintip keseruan ajang Muse Super Anime Pop Up 2026 bagi pencinta anime di Jakarta
Indonesia
•
11 Apr 2026

Feature – Universitas di Iran tetap jalankan misi pendidikan di tengah pengeboman
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Mau anak lebih cerdas, ajari bahasa ibu sejak dini
Indonesia
•
06 Apr 2026
