Scheer Post: Kaum muda AS anggap kekerasan senjata api masalah nasional

Para pelajar yang mengenakan rompi antipeluru menggelar aksi unjuk rasa di dekat Capitol Reflecting Pool di Washington DC, Amerika Serikat, pada 6 Juni 2022. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Kekerasan senjata api menjadi masalah nasional di Amerika Serikat, dengan lebih dari seperempat kaum muda negara tersebut (berusia 14-30 tahun) pernah mengalami lockdown karena insiden penembakan aktif, sementara rata-rata kaum muda Amerika mengetahui setidaknya satu orang yang pernah terluka atau terbunuh oleh senjata api.
New York City, AS (Xinhua) – Sekitar 74 persen kaum muda Amerika menganggap kekerasan senjata api sebagai masalah di Amerika Serikat (AS), dan 59 persen mendukung undang-undang keamanan senjata api yang lebih ketat, demikian menurut laporan sebuah portal berita harian independen AS pada Ahad (13/8) mengutip sebuah studi baru.Lebih dari seperempat kaum muda Amerika (berusia 14-30 tahun) pernah mengalami lockdown karena insiden penembakan aktif, sementara rata-rata kaum muda Amerika mengetahui "setidaknya satu orang yang pernah terluka atau terbunuh oleh senjata api," kata Scheer Post, yang menyatakan bahwa penembakan massal di negara itu telah mencapai 430 kasus sepanjang tahun ini."Tentu saja, stres yang saya rasakan atas epidemi kekerasan senjata api di AS mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan yang dirasakan oleh banyak kaum muda Amerika, yang mana penembakan di sekolah jauh lebih sering terjadi dibandingkan dengan yang terjadi pada 1980-an dan 1990-an ketika saya masih bersekolah," ungkap laporan tersebut.Meskipun penembakan massal hanya mencapai 1 persen dari kekerasan senjata api tahunan di Amerika, "insiden itu menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan kaum muda, sebagian karena banyaknya liputan media yang diterima, berapa kali komunitas tertentu menjadi sasaran, serta prevalensi latihan lockdown dan lockdown yang sebenarnya," papar Scheer Post.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China dukung kerja sama AI untuk majukan hak-hak perempuan
Indonesia
•
03 Jul 2024

IOM: Sembilan juta migran internasional tinggal di Mesir
Indonesia
•
09 Aug 2022

WFP peringatkan kekeringan picu kerawanan pangan dan malnutrisi akut di Tanduk Afrika
Indonesia
•
24 Nov 2022

USA Today: Pemerintah AS paling patut disalahkan atas tingginya harga obat
Indonesia
•
24 Feb 2023
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
