
‘Living circle’ 15 menit di China mudahkan masyarakat peroleh layanan sehari-hari

Seorang staf mengerjakan pekerjaan housekeeping di sebuah penginapan rumah sewa (homestay) kelas atas di Desa Feishizhuang, Qinhuangdao, Provinsi Hebei, China utara, pada 5 Juni 2023. Qinhuangdao, yang terkenal dengan objek wisata tepi lautnya, memberikan perhatian yang besar terhadap pengembangan layanan homestay sebagai cara untuk mempercepat pertumbuhan di daerah pedesaannya. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 2.200 homestay yang beroperasi di kawasan itu. (Xinhua/Yang Shiyao)
Pembangunan living circle memungkinkan para penduduk yang tinggal di area-area target bisa menemukan tempat-tempat yang dapat memenuhi kebutuhan mereka untuk berbelanja, katering, tata graha (housekeeping), dan reparasi dengan berjalan kaki selama 10 menit dari rumah.
Beijing, China (Xinhua) – China akan mendorong pembangunan ‘living circle’ di kota-kota setingkat prefektur ke atas yang memungkinkan para penduduk untuk melakukan semua kegiatan esensial dengan berjalan kaki selama 15 menit dari rumah mereka.Proyek itu diuraikan dalam rencana aksi tiga tahun yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan China dan 12 departemen lainnya pada Rabu (12/7).Rencana itu menyatakan bahwa para penduduk yang tinggal di area-area target akan bisa menemukan tempat-tempat yang dapat memenuhi kebutuhan mereka untuk berbelanja, katering, tata graha (housekeeping), dan reparasi dengan berjalan kaki selama 10 menit dari rumah, dan juga menikmati barang dan jasa consumption upgrading yang berkaitan dengan budaya, hiburan, rekreasi, komunikasi sosial, perawatan kesehatan, dan kebugaran dengan berjalan kaki selama 15 menit.Penyediaan sejumlah layanan yang berkaitan dengan perawatan warga lanjut usia (lansia) dan anak di sekitar lingkungan permukiman juga akan didukung, menurut rencana tersebut.Menurut dokumen itu, beragam upaya harus dilakukan untuk mengoptimalkan tata letak komersial di lingkungan permukiman, menciptakan kondisi konsumsi yang lebih baik dan skenario konsumsi yang lebih inovatif, menjadikan lingkungan permukiman lebih pintar, sembari menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.Pembangunan living circle di lingkungan permukiman sudah berjalan, dengan total 2.057 lingkaran (circle) diciptakan dalam dua kelompok pertama dengan 80 area percontohan di seluruh negara itu, yang menguntungkan 42,01 juta warga, urai MOC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Gelombang panas kikis pendapatan para sopir taksi di Myanmar
Indonesia
•
06 May 2024

CEO Tehran Times sebut penting untuk dapatkan gambaran nyata tentang Iran dan China via media
Indonesia
•
06 Dec 2023

Suhu di Fukuoka Jepang tembus 40 derajat Celsius, gelombang panas terjang Jepang
Indonesia
•
27 Aug 2026

Feature – Dulu satu buku untuk satu kelas, kini anak-anak di wilayah terpencil ini punya perpustakaan digital
Indonesia
•
02 Jun 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
