China berupaya bangun masyarakat digital yang inklusif bagi warga lansia

Seorang sukarelawan membantu warga lanjut usia (lansia) menggunakan ponsel pintar (smartphone) di sebuah komunitas di Distrik Weiyang, Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 5 Maret 2021. (Xinhua/Zhang Bowen)

Literasi digital warga lansia di China semakin ditingkatkan dengan otoritas dan departemen terkait mendorong perusahaan-perusahaan teknologi untuk meluncurkan antarmuka (interface) yang mudah digunakan dan merekrut sukarelawan untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan perangkat pintar bagi kelompok masyarakat ini.

 

Hangzhou, China (Xinhua) – Berkat bantuan para sukarelawan komunitas, Zhou Caiyun, seorang warga Hangzhou yang berusia 94 tahun, akhirnya dapat merasakan betapa menyenangkannya menggunakan ponsel pintar (smartphone), yang memungkinkan dirinya untuk melakukan percakapan video dengan cucu-cucunya.

“Meski sudah beberapa kali mencoba, kami tidak berhasil mengajari ibu saya cara menggunakan smartphone, menjadikan benda itu tak lebih dari sekadar pajangan. Kini beliau akhirnya belajar menggunakannya, sehingga lebih mudah bagi kami untuk menghubunginya,” kata Jin Qiaolian, putri Zhou, di Provinsi Zhejiang, China timur.

Sektor digital mengubah hampir setiap aspek masyarakat, seiring semakin banyak layanan yang beroperasi secara daring dan teknologi menjadi semakin pintar. Perubahan ini didorong oleh keinginan akan efisiensi yang lebih tinggi, pengurangan kebutuhan tenaga kerja, dan biaya operasional yang lebih rendah.

Meski sebagian besar orang mendapat manfaat dari transformasi tersebut, warga lanjut usia (lansia) mungkin mengalami kesulitan dengan perubahan pesat yang dihadirkan oleh smartphone, karena fitur ponsel yang dirancang khusus untuk warga lansia tidaklah banyak.

Namun, menguasai pengoperasian fungsi dasar pada smartphone juga bermanfaat bagi lansia, membantu mereka tetap terkoneksi, mempertajam pikiran, dan menghilangkan kebosanan.

China memiliki 264 juta warga yang berusia 60 tahun ke atas, mencakup 18,7 persen dari 1,4 miliar penduduknya, menurut sensus penduduk ketujuh yang dilakukan pada 2020.

Sebagai respons, sejak 2020, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah bekerja keras untuk membangun masyarakat digital yang ramah lansia, dengan berbagai langkah yang diperkenalkan untuk membantu warga lansia menghilangkan kesenjangan digital.

Untuk meningkatkan literasi digital warga lansia, otoritas dan departemen terkait juga telah mendorong perusahaan-perusahaan teknologi untuk meluncurkan antarmuka (interface) yang mudah digunakan dan merekrut sukarelawan untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan perangkat pintar.

Di Hangzhou, staf dari China Mobile menyediakan layanan dari pintu ke pintu (door-to-door) dan demonstrasi on-site guna mengajari warga lansia cara untuk beroperasi di dunia maya, seperti membuat reservasi daring, mengecek rute bus, dan menggunakan layanan transportasi daring, memungkinkan warga lansia untuk mengakses teknologi digital dengan lebih mudah.

Di Kota Lishui, daftar kesulitan yang dihadapi warga lansia saat menggunakan teknologi pintar telah disusun, dengan sejumlah langkah tertarget diluncurkan untuk mengurangi hambatan teknologi bagi warga lansia.

Saat ini, semakin banyak warga lansia telah menjadi melek teknologi. Seorang warga lansia bermarga Chen (73) telah mengumpulkan hampir 100.000 pengikut di akun video pendeknya. Kegiatan pengisi waktu favoritnya adalah mendokumentasikan aktivitas hariannya, mulai dari berbelanja, menggunakan layanan berbagi tumpangan (ride-hailing), hingga mengapresiasi berbagai lanskap yang berbeda. Dia juga mahir mengedit video.

“Saya tidak bisa hidup tanpa smartphone,” ujarnya sambil tersenyum.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan