
Pembangunan pembangkit listrik tenaga fotovoltaik raksasa dimulai di China barat daya

Foto dari udara yang diabadikan pada 14 Agustus 2021 ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga air Lianghekou di Sungai Yalong yang berlokasi di Prefektur Otonom Etnis Tibet Garze, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua)
Pembangkit listrik tenaga fotovoltaik Zhalashan di Provinsi Sichuan, China barat daya, diperkirakan akan memangkas emisi karbon dioksida setiap tahunnya sekitar 1,8 juta ton dan menghemat sekitar 650.000 ton batu bara standar.
Chengdu, China (Xinhua) – Pekerjaan konstruksi pada sebuah pembangkit listrik tenaga fotovoltaik (surya) raksasa dimulai di Provinsi Sichuan, China barat daya. Pembangunan itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan negara tersebut untuk memajukan pengembangan energi bersih.Terletak di ketinggian antara 3.200 hingga 4.200 meter di Prefektur Otonom Etnis Yi Liangshan, pembangkit listrik tenaga fotovoltaik Zhalashan akan memiliki kapasitas terpasang 1,17 juta kilowatt, dengan estimasi rata-rata produksi listrik tahunan mencapai 2,15 miliar kilowatt-jam (kWh).Dengan total investasi senilai lebih dari 6 miliar yuan, pembangkit listrik itu akan sepenuhnya terhubung ke jaringan listrik pada 2025.Setelah beroperasi, pembangkit listrik itu diperkirakan akan memangkas emisi karbon dioksida setiap tahunnya sekitar 1,8 juta ton dan menghemat sekitar 650.000 ton batu bara standar.Pembangkit listrik tenaga surya Zhalashan merupakan bagian dari basis energi bersih di cekungan Sungai Yalong.Saat ini, cekungan tersebut memiliki total kapasitas terpasang operasional sebesar hampir 21 juta kilowatt untuk tenaga air dan energi baru.China telah mengumumkan bahwa negara itu akan mencapai puncak emisi karbon dioksida pada 2030 dan mewujudkan netralitas karbon pada 2060.*1 yuan = 2.095 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan mesin bor terowongan raksasa untuk proyek Sungai Yangtze
Indonesia
•
11 Apr 2025

Pesawat rekayasa cuaca MA-60 buatan China hadirkan varian baru
Indonesia
•
23 May 2024

COVID-19 – Warga Rusia di atas 60 tahun boleh ikut uji klinis vaksin
Indonesia
•
02 Sep 2020

Laboratorium bawah tanah terdalam dan terbesar di dunia beroperasi di China
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengapa Indonesia tak pernah menemukan dinosaurus? Pameran ini ungkap alasannya
Indonesia
•
26 Jul 2026

Ilmuwan China berhasil kloning padi hibrida, tak perlu benih baru setiap tahun
Indonesia
•
26 Jul 2026

Teknologi satelit China melesat, citra Bumi kini bisa dikirim hanya dalam waktu 1,5 jam
Indonesia
•
24 Jul 2026

Feature – Paus sperma berkomunikasi seperti kode morse, ilmuwan temukan 'bahasa' uniknya
Indonesia
•
24 Jul 2026
