
Pakar sebut perubahan iklim tunda migrasi paus biru

Petugas penyelamat berusaha memindahkan bangkai hiu paus yang terdampar di sebuah pantai di Yogyakarta pada 9 November 2023. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Paus biru kerdil bermigrasi ribuan kilometer ke arah selatan setiap tahun dari lokasi berkembang biak di lepas pantai Indonesia melewati Timor-Leste ke perairan Australia pada Oktober dan November.
Canberra, Australia (Xinhua) – Pemanasan air laut menunda migrasi paus biru, demikian diperingatkan oleh para pakar Australia.Karen Edyvane, ahli biologi kelautan dari Australian National University, pada Senin (13/11) menyampaikan kekhawatirannya mengenai penundaan signifikan dalam migrasi paus biru kerdil di sepanjang garis pantai Timor-Leste.Sebagai subspesies paus biru yang panjangnya dapat mencapai 24 meter, paus biru kerdil bermigrasi ribuan kilometer ke arah selatan setiap tahun dari lokasi berkembang biak di lepas pantai Indonesia melewati Timor-Leste ke perairan Australia pada Oktober dan November.Namun, Edyvane mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa dia "sangat khawatir" setelah tidak melihat seekor paus pun selama enam pekan terakhir di Timor-Leste.Mantan ilmuwan senior pemerintah dan anggota Komisi Dunia untuk Kawasan Lindung (World Commission on Protected Areas/WCPA) Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) itu mengaitkan tertundanya migrasi paus biru dengan perubahan iklim."Apa yang kami lihat adalah perubahan besar pada oseanografi wilayah tersebut, khususnya dalam hal kekuatan upwelling," kata Edyvane."Perubahan iklim berdampak terhadap migrasi paus biru dan menunda musim migrasinya selama empat hingga enam pekan. Kami juga melihat dampaknya terhadap kesehatan hewan-hewan tersebut."Hal itu terjadi setelah Edyvane menyampaikan kekhawatirannya tentang kondisi kesehatan paus biru kerdil setelah mengamati beberapa paus biru yang mengalami malanutrisi selama migrasi ke selatan pada 2022, yang menurutnya kemungkinan besar disebabkan oleh suhu laut yang hangat.
Foto yang diabadikan pada 13 Juni 2023 ini menunjukkan paus sikat selatan (Eubalaena australis) di Puerto Madryn, Argentina. Ribuan paus datang untuk berkembang biak dan melahirkan di wilayah itu antara Juni hingga Desember setiap tahun. (Xinhua/Wang Tiancong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tiga astronaut Shenzhou-14 China kembali ke Bumi setelah raih banyak pencapaian
Indonesia
•
05 Dec 2022

Anjing laut punya ‘kekuatan super’ mendengar di darat dan bawah air
Indonesia
•
16 Jul 2026

Perangkat ‘flash memory’ tercepat di dunia mampu simpan data satu bit per 400 pikodetik
Indonesia
•
19 Apr 2025

Stasiun luar angkasa China akan lakukan uji coba ‘payload’ internasional
Indonesia
•
22 Aug 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
