
Sumber sebut pasukan Israel menyusup ke desa-desa di Lebanon selatan

Asap membubung menyusul serangan udara Israel di Kota Khiyam, Lebanon selatan, pada 1 Oktober 2024. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Pasukan infanteri Israel yang terdiri dari sekitar 40 personel berhasil menyeberangi pagar perbatasan berduri dari permukiman Misgav Am dan berusaha menyusup ke tepi timur Adaisseh.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Israel pada Rabu (2/10) menyeberangi perbatasan Lebanon, bergerak maju ke arah desa Adaisseh dan Maroun al-Ras di Lebanon Selatan, demikian diungkapkan seorang sumber keamanan Lebanon kepada Xinhua."Tentara Israel membuka gerbang besi pada tembok beton yang dibangun di garis perbatasan yang memisahkan Lebanon dan Israel, kemudian bergerak maju sekitar 200 meter ke arah pintu masuk timur Adaisseh," ujar sumber keamanan tersebut.Sumber itu menambahkan bahwa "pasukan infanteri Israel yang terdiri dari sekitar 15 personel menyeberangi gerbang tersebut, diikuti oleh tiga tank Merkava, sedangkan sejumlah drone Israel terbang di udara."Tank-tank Israel ditempatkan di jalan yang menghubungkan desa Kafr Kila dan Adaisseh, sementara pasukan infanteri Israel berpatroli sekitar 300 meter dari tepi timur Adaisseh, demikian menurut sumber itu.Sumber tersebut mengatakan bahwa pasukan Israel menarik diri setelah sekitar satu jam.Lebih lanjut, sumber itu melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara pejuang Hizbullah dan pasukan Israel yang berhasil menyusup ke Maroun al-Ras.Insiden tersebut terjadi setelah pertempuran sengit antara kedua belah pihak di Misgav Am pada Rabu pagi waktu setempat, ketika pasukan infanteri Israel yang terdiri dari sekitar 40 personel berhasil menyeberangi pagar perbatasan berduri dari permukiman Misgav Am dan berusaha menyusup ke tepi timur Adaisseh.Pada Rabu yang sama, petugas media Hizbullah Mohammad Afif mengatakan bahwa, "kelompok perlawanan Islam ini (Hizbullah) masih kuat, dan kapasitas serta sistem komando dan kendalinya masih bagus."
Foto yang diabadikan pada 1 Oktober 2024 ini menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. (Xinhua/Bilal Jawich)
Sebuah gedung apartemen yang hancur terlihat pascaserangan udara Israel di Beirut, Lebanon, pada 1 Oktober 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)
Sebuah gedung apartemen yang hancur terlihat pascaserangan udara Israel di Beirut, Lebanon, pada 1 Oktober 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perekrutan PRT Bangladesh di Saudi turun 30 persen
Indonesia
•
29 Oct 2019

Trump ancam terapkan tarif bagi negara yang tak dukung rencananya dapatkan Greenland
Indonesia
•
17 Jan 2026

35 orang ditangkap sehubungan dengan serangan bom kembar di Iran tenggara
Indonesia
•
12 Jan 2024

Visa wisata Saudi tarik 24.000 pengunjung dalam 10 hari
Indonesia
•
08 Oct 2019


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
