
Enam bulan pascagempa dahsyat, ribuan warga Turkiye masih tinggal di pengungsian

Foto dari udara yang diabadikan pada 31 Juli 2023 ini menunjukkan 'kota kontainer' di Provinsi Malatya yang dilanda gempa di Turkiye tenggara. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Oleh Burak Akinci
Pascagempa bumi mematikan yang menghancurkan Turkiye selatan, ribuan warga yang selamat masih tinggal di pengungsian sembari menanti dipenuhinya janji Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan untuk pembangunan kembali yang cepat.
Kahramanmaras, Turkiye (Xinhua) – Hampir enam bulan pascagempa bumi mematikan yang menghancurkan Turkiye selatan, ribuan warga yang selamat masih tinggal di pengungsian, sementara Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menjanjikan upaya pembangunan kembali yang cepat."Kami tinggal di kontainer, dan tentu saja ini tidak seperti tinggal di rumah yang layak," kata Recep Sayilgan, seorang penyintas berusia 41 tahun dari Kahramanmaras, provinsi yang terkena dampak terparah sekaligus episentrum gempa dahsyat pada Februari lalu.Bencana tersebut merenggut lebih dari 50.000 nyawa dan membuat lebih dari satu juta warga kehilangan tempat tinggal.Lebih dari 227.000 bangunan hancur atau rusak parah, menurut data pemerintah.Selain itu, 3 juta orang terpaksa mengungsi akibat gempa tersebut. Mereka pindah ke kota-kota yang lebih aman di wilayah tengah-barat, termasuk ibu kota Ankara, yang berjarak 600 kilometer dari zona bencana.
Foto yang diabadikan pada 31 Juli 2023 ini menunjukkan kehidupan sehari-hari di "kota kontainer" di Provinsi Malatya yang dilanda gempa di Turkiye tenggara. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Foto dari udara yang diabadikan pada 31 Juli 2023 ini menunjukkan "kota kontainer" di Provinsi Malatya yang dilanda gempa di Turkiye tenggara. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Foto yang diabadikan pada 31 Juli 2023 ini memperlihatkan seorang anak laki-laki bermain dengan sepeda roda tiga miliknya di "kota kontainer" di Provinsi Malatya yang dilanda gempa di Turkiye tenggara. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi tingkatkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja
Indonesia
•
16 Nov 2021

WHO catat lebih dari 1.000 kasus hepatitis misterius pada anak
Indonesia
•
14 Jul 2022

Tradisi kerajinan pernis kuno tetap lestari di Bagan, Myanmar
Indonesia
•
28 Aug 2024

Badan bantuan Saudi berikan pelatihan keterampilan di Yaman
Indonesia
•
09 Dec 2021


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
