
Letusan gunung berapi terbesar dalam catatan sejarah terjadi di dekat Tonga

Citra satelit Radar Apertur Sintetis (Synthetic Aperture Radar/SAR) ini menunjukkan Pulau Hunga Ha'apai di Tonga pada 4 Januari 2022 (kiri) dan 16 Januari 2022. (Xinhua/Laboratorium Berita Antariksa Xinhua)
Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai yang meletus pada Januari 2022 menyaingi erupsi Krakatau yang menewaskan puluhan ribu orang di Indonesia pada tahun 1883 sebelum ditemukannya alat ukur modern.
Jakarta (Indonesia Window) – Letusan gunung berapi yang mematikan di dekat Tonga, di kawasan Oseania pada bulan Januari lalu adalah yang terbesar yang pernah tercatat dengan peralatan modern, tim ilmuwan yang dipimpin Selandia Baru mengungkapkan pada Senin.Gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai meletus di bawah air dengan kekuatan yang setara dengan ratusan bom atom, mendorong terjadinya tsunami setinggi 15 meter (50 kaki) yang menghancurkan rumah dan menewaskan sedikitnya tiga orang di kerajaan Kepulauan Pasifik itu.Bencana alam tersebut juga merusak kabel komunikasi bawah laut, memutuskan Tonga dari dunia luar selama berpekan-pekan dan menghambat upaya untuk membantu para korban.Sebuah studi rinci oleh lembaga penelitian air dan atmosfer nasional Selandia Baru menunjukkan, letusan itu meledakkan hampir 10 kilometer kubik material – setara dengan 2,6 juta kolam renang ukuran Olimpiade – dan menembakkan puing-puing lebih dari 40 kilometer (25 mil) ke dalam mesosfer, lapisan di atas stratosfer bumi.“Letusan mencapai rekor tertinggi, menjadi yang pertama yang pernah kami lihat menembus mesosfer,” kata ahli geologi kelautan Kevin Mackay. "Itu seperti ledakan senapan langsung ke langit."Letusan Hunga Tonga-Hunga Ha'apai menyaingi erupsi Krakatau yang menewaskan puluhan ribu orang di Indonesia pada tahun 1883 sebelum ditemukannya alat ukur modern.“Meski letusan ini besar – salah satu yang terbesar sejak Krakatau – perbedaannya di sini adalah ini gunung berapi bawah laut dan itu juga bagian dari alasan kita mengalami gelombang tsunami yang begitu besar,” tambah Mackay.Tim ilmuwan telah memperhitungkan tiga perempat dari material yang dikeluarkan oleh letusan Tonga dengan sisanya dijelaskan sebagai puing-puing yang tersebar di atmosfer.Mackay mengatakan gumpalan itu diperkirakan mengandung hampir dua kilometer kubik partikel yang bertahan di atmosfer selama "berbulan-bulan, menyebabkan matahari terbenam yang menakjubkan yang kita lihat" melintasi wilayah Pasifik hingga Selandia Baru.Timnya juga menemukan bahwa kawah gunung berapi sekarang 700 meter lebih dalam dari sebelumnya.Aliran piroklastik letusan – arus mematikan lava, abu vulkanik dan gas yang mencapai suhu 1.000 derajat Celsius (1.800 derajat Fahrenheit) dan kecepatan 700 kilometer per jam – menyeret puing-puing dari gunung berapi sepanjang dasar laut setidaknya 80 kilometer jauhnya."Tapi aliran piroklastik tampaknya melampaui itu, mungkin sejauh 100 kilometer," kata ilmuwan utama tim Emily Lane."Kekuatan alirannya sangat mencengangkan – kami melihat endapan di lembah di luar gunung berapi, yang berarti mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalir menanjak melewati punggung bukit yang besar dan kemudian turun lagi," terangnya.Sumber: AFPLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza tembus 41.000 jiwa
Indonesia
•
12 Sep 2024

Feature – Menyusuri jejak kejayaan Sriwijaya di Museum Bahari
Indonesia
•
31 Aug 2025

Ferran Torres antar Spanyol juara Piala Dunia, sebut takdir berpihak kepada La Roja
Indonesia
•
20 Jul 2026

Kedutaan Besar Iran sampaikan perkembangan kasus tewasnya Mahsa Amini
Indonesia
•
30 Sep 2022


Berita Terbaru

Kekerasan terhadap anak di Australia meningkat, ini temuan studi terbaru
Indonesia
•
15 Oct 2026

Minum kopi khop serentak dengan lebih dari 2.000 peserta cetak rekor MURI di HUT ke-438 Kota Meulaboh
Indonesia
•
13 Oct 2026

Feature – 50 juta eksemplar per tahun pada era kejayaan, komik Hong Kong kini mencari jalan bangkit
Indonesia
•
13 Oct 2026

Fokus Berita – Gempa 7,7 guncang Panama, lebih dari 40 gempa susulan picu kepanikan
Indonesia
•
11 Oct 2026
