
Studi sebut partikel logam mikroskopis berpotensi bunuh sel kanker tanpa rusak jaringan sehat

Ilustrasi. (Angiola Harry on Unsplash)
Partikel logam mikroskopis dapat membunuh sel kanker tanpa merusak jaringan sehat, menawarkan arah baru yang potensial bagi pengobatan kanker yang lebih terarah dan tidak beracun.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti berhasil mengembangkan partikel logam mikroskopis yang dapat membunuh sel kanker tanpa merusak jaringan sehat, menawarkan arah baru yang potensial bagi pengobatan kanker yang lebih terarah dan tidak beracun.Upaya ini masih berada pada tahap kultur sel dan belum diuji pada hewan atau manusia, namun temuan tersebut menunjukkan strategi baru dalam merancang pengobatan kanker dengan memanfaatkan kelemahan sel kanker itu sendiri, menurut pernyataan yang dirilis pada Jumat (24/10) oleh Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia.Tim internasional yang dipimpin oleh sejumlah peneliti RMIT tersebut menciptakan partikel-partikel kecil, yang dikenal sebagai nanodot, dari molibdenum oksida, senyawa berbasis logam langka molibdenum yang kerap digunakan dalam barang elektronik dan paduan logam, urai pernyataan tersebut.Dengan memodifikasi komposisi kimianya, para ilmuwan tersebut memungkinkan partikel-partikel itu melepaskan molekul oksigen reaktif, bentuk oksigen tidak stabil yang dapat merusak sel kanker dan memicu proses penghancuran diri sel tersebut, imbuh pernyataan itu.Dalam sejumlah pengujian, partikel-partikel itu membunuh tiga kali lebih banyak sel kanker serviks dibandingkan sel sehat dalam waktu 24 jam, tanpa memerlukan cahaya, hal yang tidak biasa bagi teknologi yang bergantung pada stres oksidatif, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Advanced Science tersebut."Sel kanker telah hidup dalam kondisi stres yang lebih tinggi dibandingkan sel sehat. Partikel kami mendorong stres itu sedikit lebih jauh, cukup untuk memicu penghancuran diri pada sel kanker, sementara sel sehat tetap dapat berfungsi dengan baik," ujar Zhang Baoyue, penulis utama studi tersebut, dari School of Engineering RMIT."Hasilnya adalah partikel yang dapat menghasilkan stres oksidatif secara selektif pada sel kanker dalam kondisi laboratorium," tutur Zhang.Sebagian besar pengobatan kanker memengaruhi jaringan kanker dan sehat, namun teknologi yang dapat memberikan stres secara selektif pada sel kanker berpotensi menghasilkan terapi yang lebih lembut dan tertarget, ujar para peneliti tersebut, sembari menambahkan bahwa partikel-partikel itu dibuat dari oksida logam umum, alih-alih logam mulia seperti emas atau perak yang mahal dan beracun, menjadikan pengembangannya mungkin akan lebih aman dan berbiaya lebih rendah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Robot untuk perbaikan pipa limbah perkotaan jadi perhatian di Smart China Expo 2023
Indonesia
•
11 Sep 2023

China akan tingkatkan popularitas sains dengan soroti dunia maya dan dana sosial
Indonesia
•
06 Sep 2022

Temuan baru berhasil digali di reruntuhan kota kuno di China timur
Indonesia
•
04 Jan 2024

Hampir 10.000 bilah kayu berusia lebih dari 1.700 tahun ditemukan di China tengah
Indonesia
•
23 Dec 2023


Berita Terbaru

Antibiotik kian tak mempan untuk anak, proyeksi ancaman hingga 2035
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Studi ungkap tanaman 'tahu' kapan harus tumbuh, temuan ini bisa tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ilmuwan temukan cara baru bakteri cepat kebal terhadap antibiotik, buka peluang pengobatan lebih efektif
Indonesia
•
28 Jul 2026
