Palang Merah China beri bantuan 300.000 dolar AS bagi korban banjir Pakistan

Sejumlah tenda darurat untuk warga yang terdampak banjir terlihat di Charsadda, Pakistan barat laut, pada 31 Agustus 2022. (Xinhua/Saeed Ahmad)

“Pemerintah China akan mendukung upaya Pakistan dalam rekonstruksi pascabencana, dan mendorong kerja sama bilateral dalam hal kesiapan dan mitigasi bencana.”

 

Islamabad, Pakistan (Xinhua) – Upacara penyerahan bantuan bagi korban banjir dalam bentuk uang tunai senilai 300.000 dolar AS dari Palang Merah China (Red Cross Society of China/RCSC) kepada Bulan Sabit Merah Pakistan (Pakistan Red Crescent Society/PRCS) digelar di Islamabad pada Selasa (30/8) malam waktu setempat.

Atas nama RCSC, Duta Besar China untuk Pakistan Nong Rong menyerahkan donasi kepada PRCS untuk membantu mereka yang terdampak banjir yang baru-baru ini terjadi di Pakistan.

Saat menyampaikan pidato pada upacara tersebut, Nong mengatakan persaudaraan erat China-Pakistan selalu melewati suka dan duka bersama, seraya menambahkan bahwa pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan paket bantuan senilai 100 juta yuan (sekira 215,5 miliar rupiah) kepada Pakistan, termasuk 25.000 tenda dan suplai kemanusiaan lainnya.

Selain itu, pemerintah China akan mendukung upaya Pakistan dalam rekonstruksi pascabencana, dan mendorong kerja sama bilateral dalam hal kesiapan dan mitigasi bencana, kata Duta Besar China itu.

Pada kesempatan itu, Ketua PRCS Abrar ur Haq menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat China serta RCSC, seraya menambahkan bahwa China selalu menjadi yang pertama dalam memberikan bantuan kepada Pakistan.

Sekretaris Tambahan Kementerian Luar Negeri Pakistan Zahra Baloch menuturkan bahwa negara itu sedang menghadapi bencana banjir terburuknya, dan China sekali lagi memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada Pakistan di tengah masa sulit.

Bantuan banjir Pakistan
Warga yang terdampak banjir mengantre untuk mendapatkan makanan di Charsadda, Pakistan barat laut, pada 31 Agustus 2022. (Xinhua/Saeed Ahmad)

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif pada Selasa (30/8) mengatakan banjir yang melanda negara tersebut adalah “yang terburuk dalam sejarah,” seraya meminta masyarakat internasional untuk memberikan dukungan maksimal bagi rehabilitasi warga yang terdampak banjir.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan pada hari yang sama mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas di Pakistan akibat hujan monsun musim ini sejak pertengahan Juni lalu telah bertambah menjadi sedikitnya 1.162 orang dengan 3.554 lainnya mengalami luka-luka.

*1 dolar AS = 14.853 rupiah

*1 yuan = 2.154 rupiah

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan