
Pakistan tembak jatuh 5 jet tempur India sebagai balasan atas serangan udara

Seorang pria mendayung perahu dengan muatan bunga-bunga segar di Danau Dal di Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir yang dikuasai India, pada 27 September 2024.
Pakistan menembak jatuh lima jet tempur India sebagai balasan atas serangan udara India semalam di beberapa lokasi di Pakistan.
Islamabad, Pakistan (Xinhua/Indonesia Window) – Pakistan menembak jatuh lima jet tempur India sebagai balasan atas serangan udara India semalam di beberapa lokasi di Pakistan, demikian disampaikan menteri pertahanan Pakistan pada Rabu (7/5) pagi waktu setempat."Pada jam ini, saya dapat mengonfirmasi bahwa setidaknya lima jet tempur India telah ditembak jatuh," kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif kepada media setempat.Asif mengatakan bahwa setelah "tembakan balasan bertubi-tubi" dari pihak Pakistan, militer India telah mengosongkan beberapa pos terdepannya di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control) di Kashmir yang dikuasai India.Pakistan mengecam tindakan perang yang dilakukan India sebagai tidak beralasan dan terang-terangan, serta merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Shafqat Ali Khan mengatakan angkatan udara India telah melanggar kedaulatan Pakistan dengan menggunakan senjata jarak jauh (standoff weapon), menargetkan penduduk sipil di seberang perbatasan internasional di distrik Bahawalpur dan Sheikhupura di Provinsi Punjab, Pakistan timur, serta distrik Muzaffarabad, Bagh, dan Kotli di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.Beberapa penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di sejumlah negara bagian di India barat laut pada Rabu (7/5) terdampak oleh pembatasan wilayah udara buntut dari serangan udara militer India di Pakistan.Pada Rabu pagi waktu setempat, militer India mengatakan pihaknya menargetkan sembilan lokasi di dalam wilayah Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.Serangan tersebut dilakukan untuk membalas tewasnya 26 orang pada bulan lalu di daerah Baisaran di Kota Pahalgam, sekitar 89 km sebelah timur Kota Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir yang dikuasai India.Sejumlah maskapai telah memperingatkan para penumpang tentang pembatalan penerbangan dan kemungkinan penundaan keberangkatan maupun kedatangan."Mengingat situasi yang terjadi, Air India telah membatalkan semua penerbangannya dari dan ke bandara-bandara berikut: Jammu, Srinagar, Jodhpur, Amritsar, Bhuj, Jamnagar, Chandigarh, dan Rajkot, hingga pukul 12.00 pada 7 Mei, sambil menunggu kabar terbaru dari pihak berwenang," kata Air India dalam sebuah pernyataan di media sosial."Karena perubahan kondisi wilayah udara di kawasan ini, penerbangan kami ke dan dari Srinagar, Jammu, Amritsar, Chandigarh, Bikaner, dan Jodhpur terdampak. Kami meminta Anda memeriksa status penerbangan Anda," kata maskapai penerbangan lainnya, IndiGo, dalam sebuah anjuran.Maskapai penerbangan Spicejet mengumumkan bahwa karena situasi yang sedang terjadi, bandara di beberapa bagian India utara, termasuk Jammu, Srinagar, dan Amritsar, ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, sehingga keberangkatan, kedatangan, dan penerbangan-penerbangan terkait dapat terdampak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026

Rusia akan pertimbangkan bangun kembali hubungan dengan Barat
Indonesia
•
24 May 2022

DPR AS sahkan RUU One Big Beautiful Bill yang diajukan Trump
Indonesia
•
09 Jul 2025

WHO laporkan 220 kematian suspek Ebola di RD Kongo, laju penyebaran lampaui penanganan
Indonesia
•
26 May 2026


Berita Terbaru

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses ke pendidikan dasar
Indonesia
•
15 Sep 2026
