Pakar sebut Australia berisiko perang jika tetap ikuti AS

Seorang wanita mengendarai sepeda di dekat Sydney Opera House di Sydney, Australia, pada 4 Agustus 2021. (Xinhua/Bai Xuefei)
Otonomi dan kemerdekaan Australia menghadapi risiko yang signifikan karena elit pertahanan dan keamanan negara itu, yang berpusat di Canberra, memiliki konsep "interoperabilitas" dengan Amerika Serikat sebagai "cawan suci mereka".
Canberra, Australia (Xinhua) – Australia dapat terseret ke dalam perang jika negara itu terus bertindak sebagai "proksi atau wakil sheriff" bagi Amerika Serikat (AS) di kawasannya, demikian menurut mantan sekretaris Departemen Perdana Menteri dan Kabinet Australia.John Menadue menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah esai yang diterbitkan di platform jurnal kebijakan publik Pearls and Irritations."Para pemimpin militer dan pertahanan kami sangat bergantung pada Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS, CIA, dan FBI untuk mendapatkan saran. Kami bertindak sebagai kantor cabang mereka," kata Menadue, yang pernah menjabat sebagai duta besar Australia untuk Jepang dan kini menjadi pendiri sekaligus pemimpin redaksi Pearls and Irritations.Menadue memperingatkan soal bahaya dari mengikuti AS. Dia mengatakan bahwa catatan sejarah dengan jelas menunjukkan Australia berkali-kali membiarkan diri terseret ke dalam perang kerajaan Inggris dan kemudian perang AS."Selama dua abad, AS telah menggulingkan dan menjatuhkan banyak pemerintahan. AS memiliki kompleks militer dan bisnis yang bergantung pada perang demi pengaruh dan kekayaan," catatnya.Otonomi dan kemerdekaan Australia menghadapi risiko yang signifikan karena elit pertahanan dan keamanan negara itu, yang berpusat di Canberra, memiliki konsep "interoperabilitas" dengan AS sebagai "cawan suci mereka", tutur Menadue, seraya memperingatkan bahwa "AS hanya mengikuti tatanan berbasis aturan internasional jika tatanan itu sesuai dengan kepentingannya sendiri."Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China serukan upaya untuk redakan ketegangan di Laut Merah
Indonesia
•
31 Jan 2024

Serangan udara skala besar Israel di Lebanon tewaskan hampir 500 orang, tuai kecaman dari Timur Tengah
Indonesia
•
25 Sep 2024

COVID-19 – Protes terhadap pembatasan di Belgia jadi kekerasan
Indonesia
•
06 Dec 2021
Syeikh Assudais kecam serangan atas Aramco
Indonesia
•
16 May 2019
Berita Terbaru

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein
Indonesia
•
01 Mar 2026

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026
