
Harga minyak mentah naik lagi saat situasi Selat Hormuz kembali tegang

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Harga minyak mentah berjangka naik tajam pada Ahad (19/4) malam waktu setempat seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan putaran kedua perundingan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran tidak menunjukkan kemajuan.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei mencapai setinggi 91,2 dolar AS per barel pada awal perdagangan dalam pekan yang baru, naik 8,76 persen dari harga penutupan pada Jumat (17/4). Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni mencapai titik tertinggi 97,5 dolar AS per barel, naik dari harga penutupan sesi sebelumnya sebesar 90,38 dolar AS per barel.
*1 dolar AS = 17.189 rupiah
Tiga puluh lima kapal yang hendak berlayar keluar berbalik arah dalam 36 jam terakhir setelah Iran memberlakukan kembali kontrol atas Selat Hormuz, menurut sebuah perusahaan analisis maritim yang berbasis di London pada Minggu.
Pada Sabtu (18/4) malam, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah diblokir. Pengumuman ini menyusul deklarasi pemerintah Iran pada Jumat bahwa selat tersebut akan dibuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata Lebanon-Israel.
Selain itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu mengatakan bahwa negara itu menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan perdamaian dengan AS.
Situasi yang kembali tegang juga menyebabkan indeks saham berjangka AS anjlok pada Ahad malam, dengan harga logam mulia berjangka turun secara signifikan.
Optimisme terkait dimulainya kembali arus perdagangan di Selat Hormuz menyebabkan penurunan lebih dari 11 persen pada harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei, sementara S&P 500 Index dan Nasdaq Composite Index mencatatkan rekor tertinggi baru pada Jumat.
Selat Hormuz, koridor pelayaran vital yang menyumbang sekitar 20 persen dari aliran minyak global, secara efektif ditutup untuk transit kapal tanker minyak sejak pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu China dan Mesir capai konsensus penting dalam pembicaraan di Kairo
Indonesia
•
15 Jan 2024

Telaah – Peluang perdamaian masih jauh bagi Gaza meskipun perundingan gencatan senjata berlanjut
Indonesia
•
30 Oct 2024

Masjid Al-Aqsa kembali diterobos ribuan pemukim Israel, Palestina tegaskan Al-Quds bukan milik Israel
Indonesia
•
24 Jul 2026

COVID-19 – Arab Saudi terima tiga juta dosis vaksin akhir Mei
Indonesia
•
29 Dec 2020


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
