Gandeng Neta, Evista luncurkan layanan taksi listrik di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II

Operator taksi listrik lokal, Evista, akan menggunakan mobil energi baru Neta V dalam armadanya di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau. (Xinhua)
Operator taksi listrik lokal di Indonesia, Evista, kembali menghadirkan 10 unit mobil listrik Neta V sebagai armada taksi listrik untuk melayani penumpang dari dan menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Operator taksi listrik lokal di Indonesia, Evista, kembali menghadirkan 10 unit mobil listrik Neta V sebagai armada taksi listrik untuk melayani penumpang dari dan menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, dan diklaim sebagai yang pertama di wilayah tersebut.Evista sebelumnya juga telah menggunakan mobil listrik Neta untuk layanan penumpang di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, sejak November 2023. Sementara itu, taksi listrik Neta milik perusahaan tersebut mulai beroperasi di Pekanbaru akhir September lalu."Dengan kerja sama ini, Evista dan Neta berharap dapat berkontribusi untuk menghadirkan armada-armada listrik di bandara lainnya, sebagai dukungan kepada pemerintah (Indonesia) untuk mewujudkan emisi nol bersih pada 2060," ungkap CEO Evista Erlang Hadiwiguna dalam keterangan resmi.Neta V merupakan model pertama yang diluncurkan Neta untuk pasar Indonesia pada Oktober tahun lalu.Dengan kemampuan jarak tempuh mencapai 401 kilometer untuk sekali pengisian daya penuh, Neta V sanggup mengantarkan penumpang dari area Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II bahkan hingga Kota Dumai yang berjarak lebih dari 150 kilometer.
Operator taksi listrik lokal, Evista, akan menggunakan mobil energi baru Neta V dalam armadanya di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Presiden minta ‘Generalized System of Preferences’ tarik investasi AS
Indonesia
•
02 Nov 2020

Sosok – ‘A Tribute to Mas Yos’, Tata kelola manajemen industri musik, media rekaman dan radio dari masa ke masa
Indonesia
•
22 Aug 2024

China tingkatkan jalur transportasi batu bara, tangani 100 juta ton per tahun
Indonesia
•
04 Jan 2023

Pasar FMCG China tetap tangguh di tengah COVID-19
Indonesia
•
12 Dec 2022
Berita Terbaru

Donasi masjid dengan QRIS belum populer, peneliti BRIN temukan kesenjangan literasi digital di kalangan jamaah
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tak lagi butuh manusia, perusahaan ‘software’ Australia WiseTech Global PHK 2.000 pekerja
Indonesia
•
25 Feb 2026

AS dapat 80 juta barel minyak dari Venezuela
Indonesia
•
25 Feb 2026

Risiko investasi makin tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS
Indonesia
•
25 Feb 2026
