Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)

Muscat/Teheran, Oman/Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Oman pada Kamis (25/6) mengatakan bahwa pengaturan di masa mendatang terkait Selat Hormuz tidak akan melibatkan pengenaan biaya transit, seraya menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan navigasi yang bebas dan aman melalui jalur perairan strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dalam pertemuan tingkat menteri gabungan antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council) dan Amerika Serikat (AS), yang diadakan di Bahrain, menurut Kantor Berita Oman.

Albusaidi mengatakan Oman, sebagai negara pesisir Selat Hormuz, memikul tanggung jawab khusus dalam mendukung upaya internasional untuk mengamankan navigasi maritim, sejalan dengan kewajibannya berdasarkan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

Menteri tersebut juga menegaskan kembali dukungan Oman terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani antara AS dan Iran, seraya menekankan pentingnya mencapai tujuan MoU itu guna mewujudkan perdamaian yang diinginkan.

Dia menggarisbawahi pentingnya memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan memastikan arus lalu lintas maritim yang aman.

Pada Kamis yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dan Albusaidi dalam sebuah percakapan telepon menekankan pentingnya melanjutkan koordinasi dalam mengelola selat tersebut, menurut sebuah pernyataan yang dirilis di saluran Telegram Araghchi. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait