
Studi ungkap vaksinasi atau ‘booster’ COVID-19 saat masa kehamilan lindungi bayi selama 6 bulan

Tenaga kesehatan memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada penduduk di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 17 Desember 2022. (Xinhua)
Dosis booster vaksin COVID-19 berbasis mRNA selama masa kehamilan dapat memberikan perlindungan yang kuat kepada bayi terhadap infeksi COVID-19 bergejala setidaknya selama enam bulan setelah lahir.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Wanita-wanita hamil yang menerima suntikan dosis pertama atau dosis booster vaksin COVID-19 berbasis mRNA selama masa kehamilan dapat memberikan perlindungan yang kuat kepada bayi mereka terhadap infeksi COVID-19 bergejala setidaknya selama enam bulan setelah lahir, ungkap sebuah studi baru dari Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS).Studi sebelumnya menemukan bahwa ketika wanita sukarelawan yang sedang hamil menerima dosis pertama dan dosis booster vaksin COVID-19 m-RNA, antibodi yang diinduksi oleh vaksin tersebut dapat ditemukan dalam darah tali pusat bayi mereka yang baru lahir. Hal ini menunjukkan bahwa bayi tersebut kemungkinan besar memiliki perlindungan terhadap COVID-19 ketika mereka masih terlalu muda untuk menerima vaksin secara langsung, ungkap NIH dalam sebuah rilis pada Rabu (14/2).Kendati demikian, para peneliti tidak mengetahui berapa lama tingkat antibodi ini akan bertahan atau seberapa baik bayi-bayi tersebut akan benar-benar terlindungi.Dalam studi ini, para peneliti NIH menganalisis data dari 475 bayi di sembilan lokasi di AS. Bayi-bayi tersebut dievaluasi dengan setidaknya satu kali kunjungan tindak lanjut selama enam bulan pertama setelah lahir.Berdasarkan sampel darah dari bayi-bayi tersebut, para peneliti menemukan bahwa bayi-bayi yang baru lahir dengan tingkat antibodi tinggi saat lahir juga memiliki perlindungan yang lebih besar dari infeksi COVID-19 selama enam bulan pertama kehidupan mereka.Temuan ini, yang telah dipublikasikan di jurnal Pediatrics, memperkuat pentingnya mendapatkan vaksin dan booster COVID-19 selama masa kehamilan untuk memastikan bahwa bayi dilahirkan dengan perlindungan kuat yang bertahan hingga mereka cukup umur untuk divaksinasi langsung, ujar NIH.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kapasitas terpasang energi angin dan surya di China 330 juta kW di awal 2022
Indonesia
•
22 Mar 2022

Fosil paus primitif dari 37 juta tahun lalu ditemukan di Al-Jouf, Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jun 2021

Komputer kuantum superkonduktor China siap untuk penggunaan komersial
Indonesia
•
14 Oct 2025

Studi ungkap infeksi malaria ‘tanpa gejala’ lebih berisiko dari dugaan sebelumnya
Indonesia
•
09 Sep 2025


Berita Terbaru

Makin suka dengan merek ‘fast food’, makin banyak gula dan lemak yang dikonsumsi? Ini kata studi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Museum pterosaurus pertama di dunia dibuka di China, pamerkan fosil berusia 130 juta tahun
Indonesia
•
14 Sep 2026

Jantung ternyata punya ‘kalender’ sendiri, 70 persen orang ikuti ritme hingga berbulan-bulan
Indonesia
•
15 Sep 2026

MatBrain, AI China yang bisa berpikir hingga jalankan eksperimen untuk temukan material baru
Indonesia
•
14 Sep 2026
