
Pembicaraan di Moskow sepakati penyusunan peta jalan normalisasi hubungan Suriah-Turkiye

Foto yang diabadikan pada 10 Oktober 2019 dari kota perbatasan Ceylanpinar di Turkiye selatan ini menunjukkan kepulan asap yang membubung dari Kota Ras al-Ain, Suriah utara, saat terjadi serangan yang dilancarkan oleh tentara Turkiye. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Normalisasi hubungan Suriah-Turkiye telah disepakati dalam pertemuan di Moskow yang dihadiri menlu Iran, Suriah, dan Turkiye, dengan para partisipan menegaskan komitmen mereka terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah, serta komitmen mereka untuk memberantas terorisme dalam berbagai bentuk dan manifestasinya.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov melangsungkan pertemuan dengan menlu Iran, Suriah, dan Turkiye di Moskow, di mana mereka mengusulkan penyusunan peta jalan untuk menormalisasi hubungan Turkiye dan Suriah, ungkap Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu (10/5).Keempat pihak sepakat menunjuk wakil menlu mereka untuk mempersiapkan peta jalan tersebut, yang bertujuan meningkatkan hubungan antara Turkiye dan Suriah. Para diplomat itu akan bekerja sama dengan kementerian pertahanan dan dinas khusus dari keempat negara.Para partisipan "menegaskan komitmen mereka terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah," serta komitmen mereka untuk "memberantas terorisme dalam berbagai bentuk dan manifestasinya," menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.Mereka juga menekankan pentingnya meningkatkan bantuan internasional untuk Suriah serta memfasilitasi kembalinya para pengungsi Suriah secara sukarela dan aman ke tanah air mereka.Dalam pidato pengantarnya sebelum pertemuan tersebut, Lavrov mengatakan bahwa dimulainya proses normalisasi hubungan Suriah-Turkiye memiliki "dampak positif yang nyata" tidak hanya pada situasi di Suriah, tetapi juga situasi di Timur Tengah secara keseluruhan.Dirinya menambahkan bahwa perkembangan positif ini juga akan mendatangkan peluang dan prospek baru bagi format Astana, yang bertujuan memfasilitasi penyelesaian damai di Suriah.Lavrov juga mengkritik sanksi-sanksi sepihak yang dijatuhkan oleh Barat terhadap Suriah saat ini, yang menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UEA cegat rudal dan ‘drone’, klaim bongkar jaringan terkait Hizbullah dan Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026

Milisi Irak peringatkan AS agar tidak ikut campur dalam konflik Israel-Iran
Indonesia
•
17 Jun 2025

Menlu China dan Korsel janji tingkatkan hubungan sehat dan stabil
Indonesia
•
13 Dec 2022

UE gelontorkan bantuan Rp2,09 triliun untuk militer Lebanon di tengah gencatan senjata yang rapuh
Indonesia
•
06 Jun 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
