
Netanyahu lakukan kunjuangan rahasia ke UEA saat perang dengan Iran, tapi dibantah

Foto yang diabadikan pada 3 September 2024 ini memperlihatkan pemandangan istana kepresidenan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Xinhua/Sui Xiankai)
Hubungan UEA dengan Israel dijalankan dalam kerangka Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) yang diketahui publik, bukan berdasarkan pengaturan rahasia.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab (UEA) dan bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di tengah perang dengan Iran, demikian pernyataan Kantor PM Israel pada Rabu (13/5).
"Kunjungan tersebut menghasilkan sebuah terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan UEA," demikian pernyataan kantor Netanyahu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kunjungan itu merupakan lawatan pertama Netanyahu yang diketahui ke UEA dan kunjungan kedua seorang PM Israel ke negara Teluk tersebut.
Pengumuman tersebut disampaikan di tengah laporan media mengenai kunjungan terbaru sejumlah pejabat tinggi keamanan Israel ke UEA, yang menandakan semakin eratnya hubungan keamanan antara kedua negara yang pertama kali menormalisasi hubungan pada 2020.
David Barnea, kepala badan intelijen Mossad, mengunjungi UEA sedikitnya dua kali pada Maret dan April untuk berkoordinasi terkait perang dengan Iran, menurut laporan Wall Street Journal pada Rabu dengan mengutip pejabat Arab.
Media milik pemerintah Israel, Kan News, melaporkan bahwa David Zini, kepala badan keamanan dalam negeri Shin Bet, juga telah mengunjungi UEA.
Namun, Uni Emirat Arab pada Rabu (13/5) membantah laporan mengenai kunjungan Netanyahu ke negara tersebut, seraya menyatakan bahwa laporan-laporan yang mengklaim UEA menerima kunjungan PM Israel atau delegasi militer Israel mana pun adalah tidak benar.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri UEA menyebutkan hubungan negaranya dengan Israel dijalankan dalam kerangka Kesepakatan Abraham (Abraham Accords) yang diketahui publik, bukan berdasarkan pengaturan rahasia.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa setiap klaim terkait kunjungan yang tidak diumumkan atau pengaturan di luar jalur resmi tidaklah berdasar, kecuali diumumkan oleh otoritas resmi UEA yang relevan.
Selain itu, pihak kementerian juga meminta media untuk memverifikasi informasi dan menghindari penyebaran laporan yang belum terkonfirmasi atau menggunakannya untuk memicu spekulasi politik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel serang gedung dan depot senjata di Damaskus, ibu kota Suriah
Indonesia
•
16 Jul 2024

Sidang dengar pendapat terkait insiden lepasnya panel pintu Boeing 737 MAX 9 akan digelar
Indonesia
•
09 Aug 2024

Gaza catat 4.000 kasus keguguran dalam enam bulan, pejabat medis soroti krisis kemanusiaan
Indonesia
•
22 Jul 2026

Produsen mobil Spanyol SEAT tolak tarif UE terhadap kendaraan listrik China
Indonesia
•
05 Oct 2024


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
