Banner

Jakarta (Indonesia Window) – Korea Selatan berhasil meluncurkan satelit penerbangan presisi pada hari Kamis untuk meningkatkan akurasi navigasi dan keandalan sinyal sistem penentuan posisi global atau Global Positioning System (GPS) dan memastikan keselamatan penerbangan dengan lebih baik, kata pemerintah dalam laporan Yonhap.

Satelit untuk Sistem Satelit Augmentasi Korea (KASS) yang merupakan sistem augmentasi lokasi GPS presisi pertama di negara itu, lepas landas dari Pusat Antariksa Guiana di Kourou di Guyana Prancis, pada Kamis, pukul 06.50 pagi waktu Seoul, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi.

Satelit berhasil dipisahkan dari roket sekitar pukul 07.18 setelah pemisahan fairing (struktur logam eksternal yang ditambahkan untuk meningkatkan perampingan dan mengurangi hambatan luncur), dan pemisahan roket tahap pertama.

navigasi gps satelit korea
Pengendara mobil menggunakan aplikasi seluler yang memanfaatkan teknologi GPS untuk menemukan lokasi suatu tempat. (Samuel Foster on Unsplash)

 

Untuk KASS, Korea Selatan menyewa satelit komunikasi MEASAT-3d Malaysia selama 15 tahun.

Sistem ini dapat meningkatkan kesalahan posisi GPS menjadi 1,0 hingga 1,6 meter dari level 15-33 meter saat ini secara real time guna memastikan keandalan informasi di seluruh wilayah negara di Asia Timur itu.

Pemerintah berencana untuk memulai layanan percontohan sekitar Desember sebelum operasi penuh tahun depan, menurut kementerian.

Korea Selatan merupakan negara ketujuh yang memiliki sistem satelit geosinkron yang resmi terdaftar di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), setelah Amerika Serikat, Uni Eropa, India, Jepang, Rusia, dan China.

Selain itu, Korea Selatan yang memiliki luas area sekitar 100,210 kilometer persegi itu telah mengembangkan KASS sejak 2014 untuk memenuhi standar internasional dan sesuai dengan topografi dan lingkungan negara, menurut Institut Penelitian Dirgantara Korea.

Para peneliti mengatakan mereka berencana untuk mengembangkan satelit penerbangan dengan teknologi dalam negeri pada tahun 2035, guna mengurangi ketergantungan besar saat ini pada teknologi asing.

GPS

Global Positioning System (GPS) adalah sistem navigasi yang menggunakan satelit, alat penerima, dan algoritma untuk menyinkronkan data lokasi, kecepatan, dan waktu untuk perjalanan udara, laut, dan darat.

Sistem satelit ini terdiri dari konstelasi 24 satelit di enam bidang orbit yang berpusat di Bumi, masing-masing dengan empat satelit, mengorbit pada ketinggian 20.000 kilometer di atas Bumi dan bergerak dengan kecepatan 14.000 km/jam.

Tiga satelit bekerja untuk menghasilkan lokasi di permukaan bumi, sementara satelit keempat sering digunakan untuk memvalidasi informasi dari tiga lainnya. 

Sumber: Yonhap

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan