
Mulai media sosial di usia 11 tahun, benarkah terlalu dini? Studi ungkap dampaknya

Ilustrasi. (Jelleke Vanooteghem on Unsplash)
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Menunda usia saat anak pertama kali menggunakan media sosial dapat membantu melindungi kesehatan mental remaja, menurut penelitian baru dari University of New South Wales (UNSW) Australia.
Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang mulai menggunakan media sosial pada usia lebih muda melaporkan lebih banyak gejala kecemasan dan depresi.
Sekadar memiliki akun media sosial menunjukkan hubungan yang lebih lemah dengan gejala-gejala itu, menurut pernyataan UNSW yang dirilis pada Senin (31/8).
Studi itu, yang dilakukan di kalangan remaja Australia berusia 10 hingga 15 tahun dan salah satu orang tua mereka dalam enam pekan sebelum larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Australia mulai berlaku pada Desember 2025, menemukan bahwa 70 persen peserta telah menggunakan media sosial, sementara sekitar setengahnya telah memiliki akun media sosial.
Rata-rata usia saat mereka pertama kali mulai menggunakan media sosial adalah 11 tahun.
"Yang mengejutkan kami adalah bahwa usia saat anak pertama kali mulai menggunakan media sosial tampaknya lebih berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka dibandingkan sekadar apakah mereka memiliki akun," kata Associate Professor UNSW Susanne Schweizer, peneliti utama studi itu.
Studi tersebut menunjukkan bahwa hanya seperempat dari anak berusia 10 hingga 15 tahun yang mengatakan mereka berencana untuk berhenti menggunakan media sosial setelah larangan itu, sementara 34 persen berniat menggunakannya tanpa akun dan 35 persen berniat mencari cara untuk mengakali pembatasan tersebut agar dapat terus menggunakan akun mereka, alih-alih sekadar menunggu hingga mereka berusia 16 tahun.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa menunda paparan pertama anak terhadap media sosial dapat menjadi kebijakan yang menjanjikan, terutama jika dipadukan dengan edukasi mengenai kebiasaan digital yang sehat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Robot anjing buatan China saingi manusia, melaju hingga 10,3 meter/detik
Indonesia
•
10 Jul 2025

Gelombang panas uji ketangguhan infrastruktur dan picu tren pembelian pakaian anti-UV di China
Indonesia
•
21 Jun 2024

Arab Saudi kembangkan aplikasi I’tamarna tingkatkan layanan umroh
Indonesia
•
24 Sep 2020

Pasien wanita bersih dari HIV setelah pengobatan transplantasi sel induk baru
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

Huawei Pura 90s resmi masuk Indonesia, bawa kamera telefoto 200 MP dan AI canggih
Indonesia
•
29 Aug 2026

El Nino makin menggila! Fluktuasi suhu Pasifik kini 36 persen lebih kuat
Indonesia
•
29 Aug 2026

Separuh Eropa dilanda kekeringan, hutan terancam kematian massal
Indonesia
•
29 Aug 2026

Setelah 9 tahun dikembangkan, vaksin selesma ini mulai tunjukkan harapan
Indonesia
•
28 Aug 2026
