
Feature – Energi baru hidupkan kembali area penurunan tanah penambangan batu bara

Foto dari udara yang diabadikan dengan drone pada 30 Mei 2024 ini menunjukkan deretan panel fotovoltaik di Basis Demonstrasi Fotovoltaik Teknologi Canggih Nasional Area Penurunan Tanah Penambangan Batu Bara Datong di Datong, Provinsi Shanxi, China utara. (Xinhua/Liu Lihang)
Model restorasi ekologi agrovoltaik mencakup penanaman vegetasi di bawah panel fotovoltaik, menjaga efisiensi produksi listrik sembari mendukung konservasi tanah dan air serta meningkatkan kualitas lingkungan ekologis.
Taiyuan, China (Xinhua) – Dijuluki ‘bunga matahari’ oleh staf pemeliharaan, deretan panel fotovoltaik berputar bersama terbit dan terbenamnya matahari. Penyediaan energi bersih yang konsisten ke jaringan listrik, di tengah-tengah area hijau di sekitarnya, telah secara drastis meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat yang dahulu terganggu oleh embusan pasir.Basis Demonstrasi Fotovoltaik Teknologi Canggih Nasional Area Penurunan Tanah Penambangan Batu Bara Datong terletak di Kota Datong di Shanxi, provinsi yang kaya batu bara di China utara. Di sana, terdapat area seluas 1.687 kilometer persegi yang permukaannya mengalami penurunan akibat penambangan batu bara skala besar yang berkepanjangan.Koeksistensi yang harmonis antara teknologi fotovoltaik dan semak ekologis yang kita lihat saat ini dahulu sulit untuk dibayangkan, karena area penurunan tanah itu sebelumnya teridentifikasi sebagai area yang tidak dapat dihuni dan tidak cocok untuk penggunaan industri.Kendati demikian, daerah tersebut memiliki kondisi yang menguntungkan seperti sumber daya tenaga surya yang melimpah dan akses jaringan listrik yang baik. Keuntungan ini memungkinkan pemerintah daerah untuk merevitalisasi daerah itu dengan industri fotovoltaik.Basis tersebut mulai dibangun pada September 2015 dan telah menarik 13 perusahaan untuk berinvestasi serta mengoperasikan panel fotovoltaik, seperti China General Nuclear Power Group dan State Power Investment Corporation.Basis itu dibangun dengan total skala konstruksi 1,5 juta kilowatt, yang terdiri dari 12 proyek 100.000 kilowatt, enam proyek 50.000 kilowatt, tiga stasiun penghimpun 220 kilovolt, dan 68 titik pemantauan untuk kondisi penurunan permukaan tanah.Proyek tahap pertama mencakup area seluas sekitar 3.306,7 hektare dengan skala konstruksi 1 juta kilowatt. Hingga akhir April 2024, basis tersebut telah menghasilkan total kumulatif 12,67 miliar kilowatt-jam listrik, menurut Wang Zhiwei, chairman Datong City New Energy Resources Development Corporation.
Foto yang diabadikan pada 30 Mei 2024 ini menunjukkan panel fotovoltaik di Basis Demonstrasi Fotovoltaik Teknologi Canggih Nasional Area Penurunan Tanah Penambangan Batu Bara Datong di Datong, Provinsi Shanxi, China utara. (Xinhua/Liu Lihang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Ajang Maraton Robot di Beijing dorong ‘evolusi cepat’ robot humanoid
Indonesia
•
20 Apr 2026

COVID-19 – Vaksin semprot hidung AstraZeneca tunjukkan sedikit harapan dalam uji coba awal
Indonesia
•
11 Oct 2022

Chen Dong jadi taikonaut China dengan durasi tinggal di luar angkasa terlama
Indonesia
•
23 Nov 2022

Kapabilitas ditingkatkan, peringatan bencana meteorologi akan diterima warga China dalam 3-8 menit
Indonesia
•
31 Oct 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
