
China gunakan robot pintar untuk tugas pemeliharaan teleskop FAST

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 26 Juli 2023 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Mobil robot pintar membantu merawat 2.225 target laser pada piringan sferikal raksasa yang luas area penerimaannya setara dengan 30 lapangan sepak bola.
Beijing, China (Xinhua) – Tim insinyur China merancang sebuah mobil robot pintar yang dapat membersihkan, memperbaiki, serta menyelesaikan tugas-tugas penggantian untuk Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST), yang merupakan teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar dan paling sensitif di dunia.Merawat 2.225 target laser pada piringan sferikal raksasa yang luas area penerimaannya setara dengan 30 lapangan sepak bola merupakan tantangan yang cukup berat. Permukaan reflektif teleskop itu terbuat dari pelat aluminium dengan ketebalan 1 milimeter, sehingga tidak mampu menahan bobot tubuh orang dewasa normal.Mobil robot yang baru saja dikembangkan tersebut mampu berjalan ke segala arah dan menjalankan tugas penggantian secara otomatis, bahkan pada lereng curam dengan kemiringan hingga 56 derajat, menurut Institut Otomasi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), perancang robot itu.Sistem tersebut telah digunakan oleh layanan pemeliharaan FAST, dan telah secara signifikan meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko keselamatan.Terletak di daerah dengan depresi karst yang dalam dan melingkar secara alami di wilayah Pingtang, Provinsi Guizhou, China barat daya, FAST mulai beroperasi secara resmi pada Januari 2020 dan resmi dibuka untuk dunia pada 31 Maret 2021.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teleskop FAST China deteksi lengkungan cahaya dalam semburan gelombang radio cepat
Indonesia
•
04 Jan 2024

Ilmuwan lacak proses peningkatan oksigen di Bumi selama 2 miliar tahun
Indonesia
•
29 Aug 2025

Penelitian: Gempa Noto di Jepang picu lebih banyak likuefaksi ketimbang gempa besar 1995
Indonesia
•
11 Mar 2024

MediaTek luncurkan ‘chipset’ andalan Dimensity 9300 untuk dukung AI
Indonesia
•
08 Nov 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
