China luncurkan alat pintar untuk pahami bahasa kuno

Seorang anggota staf Museum Jiandu Gansu menyusun karya-karya 'Jiandu' buatan tangan di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 25 Oktober 2023. 'Jiandu' adalah potongan bambu dan kayu yang digunakan masyarakat China kuno untuk menulis menggunakan tinta dan kuas sebelum ditemukannya kertas. (Xinhua/Chen Bin)
Model bahasa ‘Xunzi’ dapat memfasilitasi pengguna umum untuk memahami ungkapan kuno, memberi tanda baca, dan menerjemahkan ke dalam bahasa Mandarin modern.
Beijing, China (Xinhua) – Bingung dengan ungkapan kuno yang samar? Alat pintar pengolah bahasa kuno ini mungkin dapat membantu.China meluncurkan ‘Xunzi’, alat pintar pertamanya yang dirancang khusus untuk pemrosesan dan penelitian buku-buku kuno.Dengan koleksi lebih dari 2 miliar kata, alat ini merupakan model besar dari bahasa buku-buku kuno, termasuk ‘Siku Quanshu’ atau ‘Perpustakaan Lengkap dalam Empat Cabang Sastra’ (Complete Library in the Four Branches of Literature).Dikembangkan oleh para peneliti dari Sekolah Tinggi Manajemen Informasi di bawah naungan Universitas Pertanian Nanjing, model besar bahasa kuno ini dapat menjalankan beragam fungsi seperti pemahaman bahasa alami, penerjemahan otomatis, pembuatan puisi, dan pengindeksan otomatis.Model ini dapat memfasilitasi pengguna umum untuk memahami ungkapan kuno, memberi tanda baca, dan menerjemahkan ke dalam bahasa Mandarin modern. Berkat alat pintar ini, para profesional dapat melakukan analisis leksikal, klasifikasi teks, pencocokan, dan pembuatan abstrak.Model bahasa ini tersedia sebagai alat open-source di situs jejaring GitHub dan ModelScope, ungkap para peneliti.Xunzi adalah nama seorang filsuf China yang terkenal selama Periode Negara-negara Berperang (475-221 SM), dan buku yang dinamai sama dengan namanya merupakan kompilasi dari tulisan-tulisan filosofisnya. Model besar bahasa kuno ini diberi nama ‘Xunzi’ untuk menghormati sang filsuf.Para peneliti mengatakan bahwa mereka berharap dapat mengembangkan lebih banyak talenta interdisipliner melalui kajian cerdas tentang buku-buku kuno dan terus mewariskan warisan budaya China.Alat bahasa ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pembaca buku kuno dan mendorong perkembangan kreatif dari budaya tradisional China.‘Xunzi’ juga akan diterapkan dalam penulisan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengajaran AI, dan hiburan digital.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti China informasi dalam urutan DNA berbasis elektroda
Indonesia
•
02 Dec 2021

Situs Peluncuran Wahana Antariksa Wenchang luncurkan roket generasi baru
Indonesia
•
11 May 2023

Korea Selatan luncurkan satelit navigasi untuk tingkatkan akurasi GPS
Indonesia
•
23 Jun 2022

Fosil humerus hewan herbivora berusia 15 juta tahun dipamerkan di Mongolia Dalam
Indonesia
•
10 Oct 2023
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
