
AS luncurkan misi baru yang libatkan ‘spacewalk’ komersial pertama

Foto yang dirilis pada 10 September 2024 ini menunjukkan wahana antariksa Dragon milik SpaceX yang membawa empat warga sipil lepas landas dari Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat. (Sumber: SpaceX)
Misi penerbangan antariksa berawak baru SpaceX yang sepenuhnya komersial, akan melibatkan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activities/EVA), atau yang dikenal sebagai spacewalk.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – SpaceX pada Selasa (10/9) meluncurkan misi penerbangan antariksa berawak baru yang sepenuhnya komersial, yang akan melibatkan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activities/EVA), atau yang dikenal sebagai spacewalk, komersial pertama.Wahana antariksa Dragon yang membawa empat astronaut dari kalangan warga sipil lepas landas pada Selasa pukul 05.23 Eastern Time (atau 16.23 WIB) dari Kennedy Space Center milik NASA di Florida.Misi tersebut, yang diberi nama Polaris Dawn, merupakan penerbangan antariksa manusia pertama bagi para krunya, yang terdiri dari Pilot Misi Kidd Poteet, Spesialis Misi Sarah Gillis, serta Spesialis Misi sekaligus Staf Medis Anna Menon.Ini adalah misi penerbangan antariksa berawak ke-14 dari wahana antariksa Dragon milik SpaceX. Destinasi misi tersebut berada di altitudo yang tiga kali lebih tinggi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), titik terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi dalam lebih dari setengah abad, demikian disampaikan oleh Elon Musk, pendiri SpaceX.Para kru sedang mempersiapkan spacewalk komersial pertama yang dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis (12/9).Para kru juga akan melakukan praktik sains dalam misi ke orbit selama beberapa hari, termasuk riset kinerja manusia dan kesehatan yang penting untuk Program Penelitian Manusia (Human Research Program) NASA.Penelitian tersebut akan membantu para ilmuwan NASA untuk lebih memahami bagaimana paparan kondisi luar angkasa memengaruhi tubuh manusia. Menurut NASA, para kru akan menguji pendekatan medis dan teknologi baru terkait kapabilitas telemedisin, mengumpulkan data terkait mabuk perjalanan antariksa, serta mengenali dengan lebih baik risiko cedera yang berkaitan dengan penerbangan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tafsirkan ritual kuno berusia 2.000 tahun yang tercatat dalam bilah bambu
Indonesia
•
11 Dec 2023

Roket Long March-2D China pecahkan rekor, angkut 41 satelit sekaligus dalam sekali peluncuran
Indonesia
•
16 Jun 2023

China dirikan basis arkeologi guna tingkatkan riset di Asia Selatan dan Asia Tenggara
Indonesia
•
18 May 2023

Mesir temukan pemakaman berusia 3.400 tahun di Minya
Indonesia
•
18 Oct 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
