
China tafsirkan ritual kuno berusia 2.000 tahun yang tercatat dalam bilah bambu

Foto dokumentasi ini menunjukkan bamboo slip yang tersimpan di Universitas Tsinghua di Beijing, China. (Sumber: Universitas Tsinghua)
Ritual China kuno yang tercatat dalam bilah bambu dari periode Negara-Negara Berperang (Warring States) lebih dari 2.000 tahun lalu, mencakup sistem jamuan makan seremonial para bangsawan serta literatur musik dan ideologis.
Beijing, China (Xinhua) – Para akademisi dari Universitas Tsinghua di China, telah menafsirkan lima dokumen yang tercatat dalam bilah-bilah bambu (bamboo slip) dari periode Negara-Negara Berperang (Warring States) yang berasal lebih dari 2.000 tahun lalu, demikian menurut sebuah konferensi pers yang digelar di Beijing pada Ahad (10/12)."Ada dua dokumen tentang ritual-ritual, yang merupakan penemuan pertama dari buku-buku tentang ritual kuno China pada masa sebelum Dinasti Qin (sebelum 221 SM) yang tercatat dalam bilah-bilah bambu dari Periode Negara-Negara Berperang (475-221 SM) yang ditemukan sejauh ini," ujar Huang Dekuan, direktur Pusat Penelitian dan Konservasi Universitas Tsinghua.
Lembaran-lembaran bambu dipamerkan di aula baru Museum Jiandu Gansu di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 7 September 2023. (Xinhua/Lang Bingbing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti: Abu batu bara efektif sebagai bahan pembenah tanah
Indonesia
•
06 Apr 2021

COVID-19 – Vaksin Rusia ketiga akan didaftarkan dalam sebulan
Indonesia
•
16 Oct 2020

CEO Thyssenkrupp sebut transisi energi China hadirkan lebih banyak peluang pasar
Indonesia
•
18 Oct 2023

Peneliti kembangkan plester untuk organ tubuh, fasilitasi pengantaran obat
Indonesia
•
05 May 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
