
Misi eksplorasi Mars NASA tamat setelah wahana MAVEN hilang kontak

Foto yang dirilis pada 11 Juni 2021 oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini menunjukkan swafoto wahana penjelajah (rover) Mars pertama China, Zhurong, bersama platform pendaratannya. (Xinhua/CNSA)
Wahana antariksa MAVEN tidak dapat dipulihkan dan tidak lagi mampu menjalankan misi ilmu pengetahuan maupun relai data, yang sejalan dengan temuan tim misi.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Mars Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN), misi pertama NASA yang secara khusus ditujukan untuk mengamati atmosfer Mars dan evolusinya, resmi berakhir setelah badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu kehilangan kontak dengan wahana antariksa tersebut pada Desember tahun lalu, demikian diumumkan NASA pada Rabu (3/6).
Lepas landas pada 18 November 2013, wahana tersebut memasuki orbit Mars pada 21 September 2014. Awalnya dirancang untuk menjalankan misi utama selama satu tahun, MAVEN beroperasi di Planet Merah selama lebih dari 11 tahun dan melampaui usia misi yang direncanakan lebih dari satu dekade, menurut NASA.
Kontak terakhir dengan MAVEN terjadi pada 6 Desember 2025, ketika sinyalnya hilang secara tak terduga setelah melintas di balik Mars.
NASA membentuk dewan peninjau anomali pada Februari untuk mengevaluasi upaya pemulihan dan menilai kondisi wahana antariksa tersebut.
NASA menyatakan bahwa dewan peninjau menyimpulkan wahana antariksa MAVEN tidak dapat dipulihkan dan tidak lagi mampu menjalankan misi ilmu pengetahuan maupun relai data, yang sejalan dengan temuan tim misi.
Temuan awal menunjukkan bahwa MAVEN memasuki rotasi berkecepatan tinggi setelah melintas di balik Mars, sehingga mengacaukan lintasan orbitnya dan pada akhirnya menguras daya baterai. Imbas dari hilangnya daya pada sistem komunikasi membuat MAVEN tidak dapat menghubungi Bumi.
NASA mengatakan bahwa penyebab utama anomali ini masih dalam penyelidikan, dan laporan akhir diperkirakan akan diterbitkan pada akhir tahun ini.
Badan antariksa itu juga telah memulai proses resmi untuk menghentikan misi tersebut, dengan mengikuti prosedur standar untuk mengarsipkan seluruh rangkaian data misi untuk komunitas ilmu pengetahuan dan eksplorasi.
"Data ilmiah yang diberikan MAVEN sangat penting untuk menentukan jenis perlindungan terhadap radiasi dan langkah-langkah keselamatan yang harus kami ambil sebelum mengirim manusia ke Mars," kata Louise Prockter, direktur Divisi Ilmu Planet di Markas Besar NASA di Washington.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mikroba usus diduga bantu bentuk otak manusia
Indonesia
•
07 Jan 2026

Provinsi Hainan di China tingkatkan upaya perlindungan owa langka yang terancam punah
Indonesia
•
25 Oct 2023

Pemantau iklim UE: Mei jadi bulan terpanas ke-12 yang pernah tercatat
Indonesia
•
07 Jun 2024

Juni 2025 jadi bulan juni terpanas ketiga dalam sejarah dunia
Indonesia
•
10 Jul 2025


Berita Terbaru

Studi: Tinggal di lingkungan yang banyak pohon bantu turunkan risiko depresi pada lansia
Indonesia
•
28 Jul 2026

Dari robot humanoid hingga eVTOL, jurnalis dunia saksikan wajah kota masa depan di Shenzhen
Indonesia
•
27 Jul 2026

Obat Davunetide berpotensi perlambat penyakit otak langka pada pasien perempuan
Indonesia
•
27 Jul 2026

Feature – Mengapa Indonesia tak pernah menemukan dinosaurus? Pameran ini ungkap alasannya
Indonesia
•
26 Jul 2026
