
Misi antariksa gabungan China-Eropa masuki tahap model penerbangan

Foto yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing di Beijing pada 3 Desember 2020 ini menunjukkan wahana pendaki (ascender) pesawat antariksa Chang'e-5 melayang di atas permukaan Bulan. (Xinhua/Jin Liwang)
Misi antariksa gabungan China-Eropa bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan Matahari-Bumi dengan mengamati interaksi dinamis antara angin surya dan magnetosfer Bumi.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah misi antariksa gabungan China-Eropa yang bernama Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer (SMILE) telah memasuki tahap model penerbangan secara menyeluruh, menurut Pusat Ilmu Pengetahuan Antariksa Nasional (National Space Science Center/NSSC) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Setelah pembahasan dan konsultasi selama empat hari, para ahli yang bertugas sebagai peninjau dengan suara bulat menyepakati bahwa SMILE telah berhasil melewati tahap peninjauan desain kritis, menandai pencapaian penting dalam tahap pengembangan SMILE, menurut NSSC.Para ahli tersebut meyakini bahwa SMILE telah menyelesaikan tahap pengembangan prototipe seperti yang disyaratkan. Setelah pengujian dan verifikasi eksperimental, fungsi dan indeks kinerja setiap produk prototipe telah memenuhi persyaratan tugas, dan kualitas serta status teknis proses pengembangan prototipe dalam kondisi terkendali, menurut para ahli.Mereka juga mengatakan bahwa satelit dan muatannya telah dirancang sesuai kebutuhan, dengan antarmuka (interface) yang jelas dan status teknis serta desain yang praktis. Fungsi dan indeks kinerjanya juga memenuhi persyaratan tugas.SMILE merupakan misi ilmu pengetahuan kolaboratif antara CAS dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) untuk membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai hubungan Matahari-Bumi dengan mengamati interaksi dinamis antara angin surya dan magnetosfer Bumi.Satelit tersebut dijadwalkan meluncur dari sebuah pusat peluncuran antariksa di Kourou, Guyana Prancis, pada 2025.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China berencana luncurkan teleskop luar angkasa besar untuk planet ekstrasurya
Indonesia
•
22 May 2023

China kembangkan sistem platform inovasi yang komprehensif untuk pengobatan tradisional
Indonesia
•
11 Jan 2025

Laporan sebut kondisi lingkungan Australia memburuk pada 2023
Indonesia
•
21 Mar 2024

Peneliti identifikasi area otak yang berperan penting dalam respons observasional terhadap ancaman
Indonesia
•
14 Feb 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
