Israel tarik pasukan dari beberapa wilayah Khan Younis dan Deir al-Balah, sebut misi tuntas

Para pengungsi kembali ke rumah mereka di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 29 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Militer Israel telah menarik diri dari beberapa bagian wilayah kota Khan Younis dan Deir al-Balah di Jalur Gaza usai "menuntaskan misi mereka" di wilayah-wilayah tersebut.
Yerusalem (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Israel pada Jumat (30/8) mengumumkan bahwa pihaknya telah menarik diri dari beberapa bagian wilayah kota Khan Younis dan Deir al-Balah di Jalur Gaza usai "menuntaskan misi mereka" di wilayah-wilayah tersebut.Juru Bicara (jubir) Militer Israel Avichai Adraee menginformasikan kepada warga dan pengungsi Palestina bahwa mereka dapat kembali ke beberapa wilayah di Khan Younis, kota terbesar di Gaza selatan. Daerah-daerah tersebut "mulai sekarang akan diklasifikasikan sebagai bagian dari zona kemanusiaan," tulis jubir tersebut di platform media sosial X.Menurut Adraee, zona "aman" yang baru ini mencakup permukiman di Khan Younis utara dan tengah serta di bagian tepi timur laut kota tersebut, dekat perbatasan dengan Deir al-Balah.
Para pengungsi kembali ke rumah mereka di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 29 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

UNIFIL: Tank-tank Israel "masuk secara paksa" ke pos PBB di Lebanon selatan
Indonesia
•
15 Oct 2024

Iran kena sanksi lagi dari PBB
Indonesia
•
30 Sep 2025

Rusia dan Iran teken kesepakatan kemitraan strategis komprehensif
Indonesia
•
18 Jan 2025

Presiden Mesir dan Palestina bertemu, bahas konflik Gaza dan isu Palestina
Indonesia
•
09 Jan 2024
Berita Terbaru

72.000 jiwa warga Palestina tewas sejak agresi militer Israel di Jalur Gaza Oktober 2023
Indonesia
•
08 Feb 2026

Bangladesh laporkan kematian pertama akibat virus Nipah pada 2026
Indonesia
•
08 Feb 2026

Komite independen Gaza belum beroperasi akibat Israel terus serang warga sipil Palestina
Indonesia
•
08 Feb 2026

Cuek pada AS, Iran tegaskan program rudalnya tidak bisa dinegosiasikan
Indonesia
•
08 Feb 2026
