
Kisah – Eksperimen seru pancing rasa ingin tahu siswa tentang fisika

Hu Yongxiang (kedua dari kiri di podium) menyaksikan murid-muridnya memotong bawang saat jam pelajaran fisika di Sekolah Menengah Ketiga Distrik Hongsibu di Kota Wuzhong, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, pada 4 September 2024. (Xinhua/Ai Fumei)
Mengubah konsep fisika abstrak menjadi eksperimen dan permainan yang menarik, membantu menanamkan antusiasme untuk mempelajari fisika dalam diri para siswa.
Yinchuan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dua siswa berdiri di depan kelas sambil memegang kedua ujung sebuah papan panjang, sementara dua lainnya berdiri di antara mereka dan memotong bawang secepat mungkin. Keterampilan memotong yang ditunjukkan salah satu dari mereka mengundang decak kagum siswa-siswa lainnya.Tak lama kemudian, keempat siswa yang berada di depan kelas itu dan beberapa siswa yang duduk di barisan depan bergegas mencari tisu untuk menyeka air mata."Anak-anak, mengapa mereka menangis saat memotong bawang? Tahukah kalian apa nama fenomena ini?" Setelah demonstrasi yang sangat seru itu, Hu Yongxiang, seorang guru fisika di Sekolah Menengah Ketiga Distrik Hongsibu di Kota Wuzhong, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memperkenalkan konsep pergerakan termal (thermal motion), yang menjadi fokus dalam pelajaran hari itu.Ciri khas dari kelas Hu adalah mengubah konsep fisika abstrak menjadi eksperimen dan permainan yang menarik, yang membantu menanamkan antusiasme untuk mempelajari fisika dalam diri para siswanya."Kelasnya menyenangkan dan seru. Eksperimen-eksperimen tersebut terukir di benak kami, sehingga kami tidak hanya menghafal, tetapi juga belajar untuk menerapkannya," kata Wang Tao, salah satu siswa Hu.Selain di sekolah, Hu juga melakukan eksperimen fisika secara online melalui video-video pendek, yang menjadi sensasi di kalangan warganet China. Mereka menyampaikan beragam komentar, seperti "Jelas tidak akan ada yang tertidur di kelas yang seperti itu" dan "Andai saya bertemu guru fisika ini ketika masih bersekolah, saya pasti akan berhasil masuk perguruan tinggi!"Meski mendapat pujian luar biasa di dunia maya, Hu tetap rendah hati. "Saya sebenarnya tidak istimewa. Saya hanya sangat mencintai pekerjaan ini, jadi saya mungkin akan berusaha lebih keras daripada orang lain," tuturnya.Pria berusia 45 tahun itu menjadi guru sekolah dasar di Distrik Hongsibu setelah lulus kuliah pada 2005, dan sudah mengajar di beberapa sekolah dasar di daerah pedesaan. Pada 2012, Hu dipindahkan ke sekolah menengah pertama yang baru didirikan melalui ujian seleksi.
Foto yang diabadikan pada 4 September 2024 ini menunjukkan peralatan eksperimen yang dibuat sendiri oleh Hu Yongxiang, dengan material yang sudah tidak terpakai, di Kota Wuzhong, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (Xinhua/Ai Fumei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Populasi China yang menua dorong munculnya profesi perawat baru
Indonesia
•
15 Aug 2024

Pemanasan global dorong peningkatan rekor kebakaran besar di Kutub Utara
Indonesia
•
07 Nov 2022

China akan perluas saluran untuk tarik bakat asing
Indonesia
•
01 Oct 2021

COVID-19 – Pasien berusia 106 tahun di China dinyatakan sembuh
Indonesia
•
04 May 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
